Dahan Patah, Pengguna Jalan Luka Parah

oleh -242 views

garudaonline – Medan | Tak ada angin, tak ada hujan, tiba-tiba cabang pohon yang menjuntai ke arah badan jalan patah dan mengakibatkan salah seorang pengendara tersungkur ke badan jalan dan mengakibatkan kepalanya berlumuran darah.

Hal ini dialami Maria Gabriela Siregar (51) warga Jalan Garuda IV, Perumnas Mandala, Percut Sei Tuan, saat melintas dan berboncengan dengan keponakannya di Jalan HM Yamin. Tiba-tiba, cabang pohon tepatnya di depan rumah sakit milik Pemko Medan ini, patah, Rabu (9/11/2016) pukul 12.05 WIB.

Dengan berlumuran darah, Maria harus dilarikan ke Ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr Pirngadi Medan.

Berdasarkan informasi yang diperoleh di lokasi kejadian, peristiwa itu berlangsung ketika korban bersama keponakan perempuannya melintas dengan sepeda motor. Namun tiba-tiba cabang pohon yang berada di areal luar pagar RS Pirngadi patah, yang selanjutnya jatuh menghantam kepala korban.

Akibatnya, korban pun seketika terjatuh ke aspal jalan. Warga sekitar yang melihat kejadian langsung berupaya menyelamatkan korban yang berlumuran darah, dan mengevakuasinya masuk ke IGD RS Pirngadi untuk mendapatkan perawatan intensif.

“Tadi korban sedang melintas, lalu batang pohonnya patah dan menimpa kepala korban, ” ungkap Bripka Erwin Lingga, petugas keamanan RS Pirngadi kepada wartawan.

Di rumah sakit, keponakan korban tak kuasa menahan kesedihannya atas kejadian yang menimpa mereka. Ia hanya bisa menangisi bibi (bou) nya yang terbaring tak berdaya saat mendapatkan perawatan dari tim dokter.

“Saya keponakannya dari Jambi. Tadi rencananya kami mau jalan-jalan ke pasar, tapi malah kecelakaan. Saya nggak ada luka, tapi badan saya sakit-sakit semua karena ini,” sebutnya.

Sementara itu, Tigor salah seorang warga sekitar mengaku, masyarakat memang sudah mengeluhkan keberadaan pohon yang berada di luar areal RS Pirngadi tersebut. Bahkan, Tigor mengatakan, pada Senin (7/11/2016) kemarin, dirinya sudah menyampaikan keluhannya ke Dinas Pertamanan Kota Medan, guna memohon untuk dilakukan penebangan.

“Sudah kulapor dua hari yang lalu ke pertamanan, yang nerima Bu Susi. Katanya, iya-iya aja,” jelasnya.

Anak korban, Pdt Theo Sibarani saat ditemui menyesalkan peristiwa yang menimpa ibunya itu. Ke depan, kata dia, pihak keluarga akan melaporkan kejadian ini ke Pemko Medan.

“Kami mau minta respon dari Tata Kota. Kita harap kejadian serupa tidak terjadi lagi, apalagi sampai menimbulkan korban,” tandasnya.(har)

Berikan Komentar