Demo Minta Ramadhan Pohan Ditahan di PN Medan Ricuh

oleh -266 views

garudaonline, Medan | Kericuhan tidak terelakkan saat aksi unjukrasa yang dilakukan oleh belasan massa mengatasnamakan‎ Aliansi Rakyat Peduli Hukum (ARPH) dengan pihak kepolisian di Gedung Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (17/1/2017).

Dalam orasinya, massa meminta kepada PN Medan untuk melakukan penetapan penahanan terhadap  terdakwa kasus penipuan dan penggelapan mencapai Rp 15,3 miliar, Ramadhan Pohan dan Savita Linda Horu Panjaitan.

Kordinator Aksi ARPH, Togam Freddy Siregar mengancam, jika dalam 3 kali 24 jam PN Medan tidak melakukan penahanan terhadap Ramadhan Pohan ‎dan Savita Linda Panjaitan, maka pihaknya akan melakukan unjukrasa dengan massa yang lebih besar.

“Kami akan unjukrasa dalam jumlah massa yang lebih besar,” kata Togam dalam orasinya.

Aksi ini ditanggapi oleh Humas PN Medan, Erintuah Damanik yang menyebut bahwa tuntutan demonstran akan disampakan kepada pimpinan. Namun, massa tidak terima dan ngotot untuk tetap bertemu orang nomor satu di PN Medan itu.

Kericuhan terjadi saat massa mencoba untuk masuk ke dalam Gedung PN Medan hingga dorong-dorongan terjadi. Petugas kepolisian juga tampak emosi massa yang dinilai sudah menggangu suasana di PN Medan. Aksi ini berakhir setelah puluhan personil Satuan Sabhara Polrestabes Medan memukul mudur massa.

(endang)

Berikan Komentar