Di Sumut, Penularan HIV Cukup Memprihatinkan

oleh -558 views

garudaonline – Medan | Setiap tanggal 1 Desember, warga dunia memeringati Hari Human Immunodeficiency Virus and Acquired Immune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS).Meskipun begitu, penyakit ini dari tahun ke tahun cenderung mengalami peningkatan.Di Sumatera Utara (Sumut) sendiri, sejak tahun 1980 hingga Juli 2016, secara kumulatif jumlah penderita HIV/AIDS tercatat mencapai sekitar 8.000-an orang. Sementara untuk di Kota Medan sendiri, di waktu yang sama, jumlahnya mencapai sekitar 5.000 orang.

Manager Proyek Global Fund Dinas Kesehatan Sumut Andi Ilham mengatakan, penularan HIV/AIDS dari ibu ke bayi tetap menjadi perhatian. Sejak tahun 1994 hingga September 2016 di Sumut, terdapat 107 kasus penularan HIV/AIDS dari ibu ke bayi dari total 8.112 kasus. “Kasus penularan HIV/AIDS dari ibu ke bayi cukup memprihatinkan, dari 107 kasus ada 68 kasus HIV dan 39 kasus AIDS. Seharusnya penularan itu bisa diantisipasi dengan melakukan sosialisasi,” terang Andi, Rabu (30/11/2016).

Andi mengatakan penularan HIV/AIDS dari ibu ke anak seharusnya bisa dicegah dengan melakukan screening terhadap ibu hamil sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 21 Tahun 2013.”Jadi ibu hamil, bagaimana supaya anaknya tidak terinfeksi HIV/AIDS. Sesuai peraturan ini, semua ibu hamil wajib dilakukan tes. Jadi kalau dilakukan pemeriksaan, tentu lebih mudah memutus penularannya,” jelasnya.

Penularan HIV/AIDS dari ibu ke bayi, kata Andi, disebabkan karena terjadinya kontak cairan darah. Namun jika ibu segera mengikuti program pencegahan HIV/AIDS dari ibu ke anak, maka tidak akan ada anaknya yang positif.”Bila diupayakan, di mana kehamilan awal langsung minum AR (Antiretroviral) maka virus bisa ditekan, sehingga ibu bisa melahirkan normal dan bayi tidak akan HIV,” pungkasnya. (BS)

Berikan Komentar