Dituduh Tabrak Bocah hingga Tewas, Ini Jawaban Istri Kamaluddin Harahap

oleh -996 views
Rumah mewah milik Kamaludin Harahap, yang terletak di Jalan Tangkul, Medan Tembung, dipasang plang 'Dijual'.

garudaonline – Medan | Hj. Ernawati S.Ag istri dari salah satu mantan anggota DPRD Sumut Kamaluddin Harahap berang karena pemberitaan media. Ia mengancam akan mensomasi media-media yang memberitakannya.

Saat ditemui di rumahnya, Jalan Tangkul 2, Kelurahan Siderejo, Kecamatan Medan Tembung, Rabu (30/11) siang, ia mencak-mencak terhadap media dan para jurnalis yang datang hendak mengkonfirmasi tentang kasus yang membelitnya.

Ia membantah telah menabrak anak tetangganya, Muhammad Nazril Ilham, yang mengakibatkan bocah 3 tahun itu meninggal dunia. Kejadian tabrakan itu tepat di pintu gerbang rumahnya, Jumat (25/11) lalu. “Kalau mau lapor polisi, silahkan saja. Orang saya nggak ada nabrak kok. macam mana sih. Ya, logika saja. Kalau saya tabrak sudah penyet anak itu. Sudah lepes anak itu sama aspal,” katanya mencak-mencak.

Sayangnya, Ernawati tidak bisa memastikan apakah ada pengendara lain di belakangnya. Padahal sebelumnya, ia bersikukuh menuding kalau penyebab tewasnya korban gara-gara ditabrak pengendara sepeda motor. “Gak taulah saya. Yang jelas itu ceritanya seperti yang kemarin. Pembantu saya ngangkatnya dari pangkuan abangnya korban, sebaya korban,” katanya.

Berdasarkan penjelasan Ernawati, jarak mobilnya dengan korban sekitar 1,5 meter. Saat kejadian, Ernawati menaiki mobilnya, Toyota Fortuner hitam berpelat BK 1791K. Waktu itu, sambungnya, ia sedang menunggu Atik, pembantunya menutup pagar rumahnya. Ia mengaku, sama sekali tidak melihat ada anak kecil di dekat pagar rumahnya.

“Setelah saya bawa, baru ramai orang. Makanya saya gak terimalah dibilang nabrak, kalau saya tau sudah kami angkat. Orang saya disuruh orang-orang naik kreta untuk bawa anak itu ke rumah sakit,” beber Erna lagi.

Sementara, sejumlah saksi mata menegaskan bahwa Ernawatilah pelakunya. “Iya, Om, si Nazril ditabrak mobil besar itu. Mobil itu kan turun, langsung belok. Kami tadi lagi main guli di situ. Si Nazril main tanah. Tapi pas mobil ibu itu keluar, dia (Nazril) kesandung batu dan jatuh, lalu ditabrak mobil itu,” ujar Rangga (9), teman korban memperagakan detik-detik korban ditabrak mobil Fortuner itu.

Saksi lain, Mhd Raihan (8) menyebut, adiknya tewas setelah menghantam bagian samping depan mobil yang dikendarai Hj. Ernawati. “Bukan ditabrak pakai ban, tapi bagian depan mobilnya, Om. Terus Nazril kejang-kejang. Hidungnya mengeluarkan darah,” beber Raihan.

Saksi lain Gilang (19) warga setempat menuturkan, sore itu ia sedang main bola di lapangan kecil, tepat di depan rumah Ernawati. Ia melihat Nazril sudah tergeletak sekarat. Ia melihat hanya mobil Ernawati yang ada di situ. “Sore itu, aku dan teman-temanku lagi main bola, Bang. Pas di depan rumah ibu Hj. Ernawati dan lokasi main si Nazril ada lapangan. Jadi ku lihat si Nazril sudah tergeletak dan sudah keluar darah dari hidungnya. Mobil ibu itu baru keluar dari rumahnya,” tutur remaja ini.

Meski membantah, Ernawati tetap memberikan santunan senilai Rp 1,625 juta kepada Sri Andriani (45), Maktua korban. “Jadi jangan dibilang saya nabrak karena sudah memberi bantuan. Saya nggak terima. Kayak Tuhan saja mereka bisa memastikan kalau saya yang nabrak. Sudah saya bilang malam itu sama bapaknya, kalau saya yang nabrak, sudah penyet dan lepes tuh anak jadi aspal. Orang anaknya pun kecil dan kurus,” tepisnya lagi.

Atas bantahan itu, keluarga korban makin geram. Saipul Bahri, menuturkan, meski anaknya tidak mungkin bisa kembali, tetapi keadilan akan tetap diperjuangkannya. Kemarin sore ia sudah membuat laporan aduan ke Satuan Lalu lintas Polsek Percut. Laporannya sudah diterima polisi.

Ayah 4 anak itu mengaku ia tak terima dengan perbuatan Hj. Ernawati yang telah menyebabkan anaknya meninggal. “Saya jelas nggak terima. Sudah jelas dia yang menabrak, tapi masih saja mengelak. Ia datang kasih bantuan saat saya dan istri sedang berkabung. Jadi pikiran kami saat itu hanya fokus ke pada almarhum,” ayah korban.

Supriani makin remuk hati saat mengetahui komentar Ernawati yang mengelak. Bahkan kata-kata Ernawati itu membuatnya menangis.

Kanit Lantas Percut Sei Tuan, AKP Suprihanto saat dikonfirmasi, membenarkan perihal keluarga korban sudah membuat laporan aduan. “Iya. Tadi sudah diambil keterangan orangtua korban dan saksinya. Kami juga sudah kirim surat panggilan kepada Ibu Hajah Ernawati itu supaya besok datang untuk diperiksa,” kata Suprihanto via Whatsapp.(sor)

Berikan Komentar