Dokter RSUD Djasamen Saragih Mogok Kerja, Pasien ‘Terlantar’

oleh -1.016 views

garudaonline – Siantar | Jam pelayanan dokter kepada pasien di poliklinik RSUD Djasamen Saragih semakin kendur. Selain tidak disiplin, para dokter spesialis itu juga melakukan mogok kerja pada Senin (31/10/2016).

Amatan wartawan, sejumlah pasien terpaksa pulang akibat tidak ada dokter. Diantaranya Poli Telinga Hidung dan Tenggorokan (THT), Poli Paru dan Poli Klinik Anak. Di Poli Paru, ada 4 orang pasien terpaksa pulang dan satu orang pasien dari Poli Anak.

Salah seorang pasien yang menderita penyakit ginjal mengeluhkan, akibat dokter yang menangani penyakitnya tidak kunjung datang. Cerita pria lanjut usia ini, dari pukul 08.00 WIB dirinya telah sampai ke rumah sakit dan mendaftarkan dirinya sebagai pasien Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

Kata pria yang tinggal di Lapangan Bola Kecamatan Siantar Marihat ini mengaku sudah sekian kali dirinya mengalami lambatnya pelayanan RSUD Djasamen Saragih.

Ini membuat dirinya jenuh dan merasa jengkel, hingga akhirnya menemui salah seorang perawat yang bertugas di poli tersebut. Mencoba menenangkan, Perawat itu pun menjawab, dengan alasan dokter sedang mengikuti seminar. “Dari mulai pukul 08.00- 11.00 WIB saya menunggu dokter. Sudah sering seperti begini kondisinya,” ujarnya.

Lanjut pria yang hampir sebulan menjalani perobatan ini, jika dokter berhalangan hadir untuk melayani pasien seharusnya dapat diganti dengan dokter lainya. Bukan membuat pasien seperti diterlantarkan. Karena, pasien yang didera penyakit perlu segera diobati. “Kalau begini ceritanya, makin banyak lah yang terlantar,” katanya

Di tempat yang sama, sejumlah perawat dan pegawai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD Djasamen Saragih mengikuti pertemuan di salah satu ruangan.  Pertemuan tersebut dihadiri Tim Surveyor Simulasi Akreditasi.

Dari informasi yang dihimpun, kedatangan Tim Surveyor ini berlangsung dari mulai 31 Oktober sampai 2 November. Sebagai tim surveyor yang hadir diantaranya,Pembimbing Medis Aminullah, Pembimbing Manajemen Salim dan Pembimbing Keperawatan Murtini.

Sebelumnya, dokter THT Djuni Simatupang mengatakan, Senin (31/10/2016), pihaknya melakukan aksi mogok kerja dikarenakan sejumlah tuntutan Forum Dokter dan Pegawai RSUD Djasamen Saragih tidak dipenuhi. Salah satu tuntutan mereka adalah meminta Direktur Utama (Dirut) RSUD Ria Telambaunua dari posisinya selama ini.(BBS)

Berikan Komentar