Duel Maut di Lapas Tanjung Gusta Medan Murni Perkelahian Satu Lawan Satu

oleh -819 views

garudaonline – Medan | Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia Sumatera Utara (Kadiv Pas Kanwil Kemenkum HAM Sumut), Yoseph Sembiring angkat bicara soal duel maut sesama narapidana (napi) Lapas Klas I Tanjung Gusta Medan, Sabtu (3/12/2016) sore.

Dikonfirmasi awak media, Yoseph menegaskan, perkelahian sesama napi kasus perampokan dan pembunuhan itu murni hanya pertengkaran antara individu.

“Ini tidak ada ekor-ekornya, tidak ada kelompok. Memang murni perkelahian satu lawan satu. Kalau itu (gancu) yang namanya sudah di dalam ya biasa lah. Sendok pun bisa dijadikan alat,” pungkasnya.

Yoseph juga memastikan motif perkelahian yang menewaskan napi Harianto (27) warga Pasar IV Desa Sidodadi, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deliserdang, Provinsi Sumatera Utara itu dipicu persoalan utang-pitutang.

“Memang itu murni utang piutang. Beberapa hari lalu, setelah apel pagi mereka juga sudah berkelahi,” katanya.

Yoseph melanjutkan, atas kejadian ini seluruh kepala kamar Lapas sudah diberikan pengarahan.

Sebelumnya, Kapolsek Medan Helvetia Kompol Hendra Eko Triyulianto mengatakan, perkelahian antara korban Harianto dengan Rahman Nasution (40) warga Jalan Karya Tani Tanjungmorawa, Deliserdang, terjadi  Sabtu (3/12/2016) sekira pukul 15.00 WIB setelah para napi melaksanakan apel.

“Usai apel, tersangka meminta utang kepada korban sebanyak Rp15 juta. Namun korban tidak mau membayarnya. Kemudian terjadi perkelahian antara korban dan pelaku. Dalam perkelahian itu, pelaku mengambil gancu lalu menusukan besi runcing ke bagian bawah mata sebelah kiri korban,” kata Hendra.

Tak hanya itu, sambung Hendra, pelaku juga menikam dada sebelah kiri dan tengah serta 2 tusukan di tangan kanan korban. Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Bina Kasih, Medan Sunggal, namun jiwa tak dapat tertolong.

Sementara itu, pelaku setelah menikam korban lari ke kantor petugas Lapas. Selang beberapa saat, personel Unit Reskrim Polsek Medan Helvetia datang dan lanfsung menangkap pelaku beserta barang buktinta.

Informsi terakhir diterima, korban Herianto setelah selesai menjalani otopsi RS Bhayangkara, akan dimakamkan pihak keluarga di Subulussalam, Aceh.

(endang/g/01)

Berikan Komentar