Gawat Bah…! RSUD Djasamen Saragih Tolak Pasien

oleh -961 views

garudaonline – Siantar | Polemik di tubuh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Djasamen Saragih kian menyiksa masyarakat. Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi diharapkan turun tangan segera menyelesaikan polemik di rumah sakit milik Pemko Siantar itu.

Seperti yang terjadi Senin (28/11/2016), seorang pemuda, Diko Sidabutar (19) terpaksa harus dilarikan ke RSUD setelah didapati pingsan di Pasar Horas, Kecamatan Siantar Barat, sekira pukul 15.00 WIB. Namun, ketika diantar ke rumah sakit, petugas medis menolak menangani hingga akhirnya dibawa ke Rumah Sakit Vita Insani (RSVI).

Informasi yang diperoleh hetanews, penolakan yang dilakukan rumah sakit plat merah tersebut bermula ketika Kepala Pos Polisi (Kapospol) Pasar Horas, Aiptu Pitra Jaya dan anggota Bhabinkamtibmas, Bripka Riswandi Ginting menerima kabar tentang seorang pemuda mendadak tak sadarkan diri. Ia ditemukan tergeletak di Jalan Imam Bonjol, atau tepatnya di halte salah satu stasiun angkutan kota (angkot).

Diko yang diketahui warga Blok 25 Dolok, Dolok Sinumbah, Kecamatan Hutabayu Raja, Kabupaten Simalungun itu langsung dilarikan petugas ke RSUD Djasamen Saragih, yang lokasinya tak jauh saat dirinya ditemukan, untuk mendapatkan pertolongan.

Namun, setibanya di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) petugas harus kecewa. Petugas medis jaga kala itu menolak menangani orang sakit. Tubuh Diko yang semula mereka gotong (gendong) terpaksa harus dipindahkan ker umah sakit lain.

“Alasan mereka (petugas medis) karena tidak ada dokter jaga. Kita akhirnya bawa ke RSVI karena tubuhnya sudah memutih,” ujar Pitra.

Kepada petugas, Ganda Sihombing (39) salah seorang keluarga Diko mengatakan, kalau dia (Diko) selama ini menderita sakit gangguan jantung dan leukimia. Ganda kini merawat Diko yang sempat ditolak RSUD.

“Kondisinya sudah membaik, diberi oksigen dan infus dia (Diko) sudah siuman. Amang borunya (paman Diko) kami hubungi dari handphone (HP) si Diko dan sudah datang,” ungkapnya.

Ternyata, kasus penolakan terhadap pasien di RS yang dipimpin Ria Telaumbanua sebagai Direktur Utama (Dirut) itu bukan kali ini saja terjadi. Kamis (10/11/2016), salah seorang anggota DPRD Kota Siantar, Tongam Pangaribuan mendapatkan perlakuan yang sama.(Het)

Berikan Komentar