Karyawan Carrefour Gatot Subroto Diculik dan Dianiaya

oleh -356 views
Korban dirawat di rumah sakit akibat penganiayaan yang dilakukan penculiknya, Selasa (13/12/2016).

garudaonline – Medan | Aksi kejahatan jalanan terus merajalela. Kali ini, korbannya salah seorang pekerja Mall Carrefour, Jalan Gatot Subroto, Medan, M Ridwan (22) warga Jalan Medan-Batangkuis Gang Getuk Desa Seirotan, Percut Seituan, Deliserdang.

Informasi diperoleh menyebutkan, mulanya korban dimintai tolong oleh penjual lontong bernama Bu Ani. Dia menyebut anak perempuannya bernama Reni Siregar menjalin hubungan sesama sejenis hingga membuat Ridwan ingin membantu.

Namun, diduga pacar anak penjual lontong bernama Diana, tak senang dengan upaya yang dilakukan Ridwan hingga dirinya diculik. Tepat pada Jumat (9/12) pukul 23.00 WIB, Ridwan dihadang Toyota Avanza di depan pintu keluar Carrefour.

Salah seorang terduga rekan Diana turun dan langsung merampas Honda CBR 150 R BK 3216 AGP warna hitam milik korban. Tak hanya itu, dompet korban berisikan uang Rp1,3 juta, ATM dan surat-surat penting lainnya turut digasak.

Selanjutnya, korban diseret ke dalam mobil dan dibawa ke areal perkebunan sawit-sawit yang tidak diketahui tempatnya. Di dalam mobil, korban disiksa sekujur tubuhnya dengan cara ditusuk menggunakan senjata tajam hingga kedua matanya nyaris tidak dapat melihat.

Atas kejadian itu orangtua korban, Rakino (65) warga Sei Rotan, Percut Seituan melaporkan kejadian tersebut ke Mapolda Sumut dengan Nomor STTLP/1624/XII/2016/SPKT I, Selasa (12/12).

“Menurut cerita anak saya, dia dibawa ke daerah Selesai, Langkat pada Sabtu (10/12). Di rumah yang menjadi tempat penyekapan itu, pelaku kembali menyiksa anak saya hingga tak sadarkan diri,” kata Rakino.

Menurut Rakino, anaknya disiramkan air ke sekujur tubuhnya hingga tak sadarkan diri pukul 22.00 WIB. Korban sempat berusaha mencoba membuka ikatan di kaki dan tangannya melalui mulut, namun gagal karena diketahui pelaku.

Karena itu, ikatan korban ditambah agar tak dapat kabur. Tapi, nasib baik berpihak kepada korban. Tepat pukul 03.00 WIB, korban berhasil melepaskan ikatan di kakinya. Korban kabur dengan memanjat tembok dan lari ke perkampungan di daerah tersebut hingga diselamatkan warga.

“Pada Minggu (11/12), korban diantar orang kampung sampai ke rumah di Garu I Medan,” sambung Rakino.

Kata Rakino, istrinya Huriana Nur (55) kemudian melarikan korban ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawan medis.

“Saya mohon kepada Bapak Kapolda Sumut untuk menangkap seluruh pelaku penculikan anak saya,” harap Rakino.

Sementara, Kasubdit III/Jatanras Dit Reskrimum Polda Sumut, AKBP Faisal Napitupulu menyatakan, pihaknya sudah menerima laporan tersebut.

(g/10)

Berikan Komentar