Kekeringan di Samosir Makin Parah

oleh -423 views

garudaonline – Samosir | Dalam situasi kekeringan melanda Samosir, warga dari beberapa desa mengeluhkan kurangnya perhatian Pemkab Samosir dalam menyediakan sarana pompa air.

Akibatnya, beberapa tanaman nyaris mati dan beberapa tanaman terancam gagal panen.

Kepada Desa Pardugul, Kecamatan Pangururan, Gunawan Sinurat kepada wartawan, Kamis (13/10) menerangkan, tanaman kopi di ladang milik warganya sudah banyak yang mati akibat kemarau yang berkepanjangan.

“Kemarau dan musim kering sudah sangat menyedihkan, tanaman seperti kopi banyak yang mati dan padi nyaris gosong,” katanya.

Diakui Gunawan, akibat kemarau yang berkepanjangan, beberapa warga tidak lagi menjual hasil panennya ke pasar pasar tradisional seperti hari-hari sebelumnya, sehingga para petani memilih berpasrah di rumahnya dan tidak berbelanja ke pasar.

“Sudah layu semuanya, warga pun sudah tidak bisa menjual hasilnya, karena hasilnya mengering, sehingga kami sangat berharap peran pemerintah,” terangnya.

Belum lama ini,  dalam rangka Hari Tani, Serikat Tani Kabupaten Samosir (STKS) bersama Kelompok Study Pengembangan Prakarsa Masyarakat (KSPPM) melakukan dialog publik dengan tema “Menilik Masa Depan Petani Samosir” yang dihadiri para petani se Kabupaten Samosir.

Dalam dialog itu ditemukan riset yang dilakukan KSPPM yang menyatakan minimnya anggaran terhadap pertanian di Kabupaten Samosir dimana hanya sebesar empat persen dari total APBD Samosir TA 2016 diperuntukkan kepada sektor pertanian.

Wakil Bupati Samosir, Juang Sinaga berjanji akan mengevaluasinya dan memperbaikinya untuk TA 2017.

“APBD 2016 yang kita pakai disusun oleh pemerintah lama. Namun, kini pemerintahan yang baru kami mendorong pertanian dan pariwisata harus besinergi. Hampir sama anggaran pertanian dan pariwisata, sehingga kedepan pemerintah Samosir akan melakukan visi Samosir yaitu meningkatkan pertanian dan pariwisata,” katanya.

Sementara itu, sumber terpercaya, meski warga petani di Kabupaten Samosir menderita dalam menghadapi persoalan kemarau yang berkepanjangan, namun Kepala Dinas Pertanian Samosir, Rensus Simanjorang justru menghamburkan uang untuk biaya perjalanan dinasnya.

Diduga biaya perjalanan dinas yang dilakukannya mencapai ratusan juta setiap tahunnya dan hasilnya disinyalir tidak menguntungkan masyarakat petani. (Sg)

Berikan Komentar