Kesal, Nelayan Labura Bakar Pukat Trawl

oleh -569 views

garudaonline – Labura | Peritiwa pembakaran kapal pukat trawl terjadi di Desa Simandulang Kecamatan Kualuh Leidong. Ya, nelayan di desa tersebut meledakan tiga kapal pukat trawl yang berada di perairan Selat Malaka, Tanjung Leidong, Labuhanbatu Utara.

Kapolsek Kualuh Hilir AKP Jony Tampubolon, kemarin ketika dihubungi wartawan mengatakan, aksi peledakan dan pembakaran bermula dari saat nelayan tradisional mengetahui adanya 1 unit kapal asal Tanjung Leidong dan dua unit kapal asal Sei Berombang (Labuhanbatu) di perairan perbatasan kabupaten tersebut.

Para nelayan tradisional merasa kesal karena kapal tersebut beroperasi mengunakan pukat trawl dan pukat tarik, lalu meledakan dengan bom ikan dan terbakar.

Mendapat informasi tersebut, sejumlah petugas kepolisian dan Pol air mengejar dan melakukan penindakan di perairan yang berbatasan Kabupaten Labuhanbatu Utara dan Kabupaten Labuhanbatu.

“Saat itu terlihat seratusan nelayan sedang menyaksikan pembakaran 3 kapal pukat trawl dan asap pekat hitam telah membumbung tinggi,” katanya.

Jony menuturkan, personel kepolisian sempat mengeluarkan tembakan peringatan untuk membubarkan konsentrasi masa dan terjadi kejar-kejaran dengan terduga pelaku pembakaran.

Namun, keseluruhan pelaku dapat diamankaan ke Polres Labuhanbatu untuk penyelidikan lebih lanjut.

“Saat ini para terduga pelaku beserta barang bukti telah ditahan Sat Reskrimb Polres Labuhanbatu untuk pengembangan dan proses lebih lanjut,” katanya.

Camat Panai Hilir Amirsah Saragih di Rantauprapat mengungkapkan nelayan Kabupaten Labuhanbatu bersama TNI-AL da Pol-Air telah melakukan pertemuan di Tanjung Balai Asahan dan Rokan Hilir tentang pelarangan alat tangkap ikan tersebut.

Dalam pertemuan disampaikan, untuk mengganti alat tangkap ikan menggunakan pukat trawl, namun, nelayan Labuhanbatu belum mengubah alat tangkapnya dan diketahui masih memiliki 47 kapal-kapal pembawa pukat trawl.
Pihaknya sudah melakukan langkah-langkah srategis itu untuk menanggapi keluhan nelayan tersebut.
“Tidak ada pelarangan penangkapan ikan, yang ada pelarangan alat penangkapan ikan dan alat bantu penangkapan ikan,” katanya.

Diamankan

Polres Labuhanbatu bergerak cepat mengamankan 40 orang terduga pelaku pembakaran tiga unit kapal pukat trawl di perbatasan perairan Tanjung Leidong, Kabupaten Labuhanbatu Utara dan Berombang, Kabupaten Labuhanbatu.

“Saat ini masih dilakukan pemeriksaan terhadap para nelayan yang di duga pelaku pembakaran di Sat Reskrim,” kata Kapolres Labuhanbatu AKBP Teguh Yuswardhie SIK pada wartawan di Rantauprapat, Senin.

Menurut dia, polisi harus menemukan bukti-bukti yang kuat sebelum menyatakan bahwa orang tersebut merupakan pelaku peledakan dan masih menelusuri motif dibalik terjadinya peristiwa tersebut.

“Kita akan profesional dan proporsional dalam menangani kasus ini dan harapan saya agar masyarakat tidak main hakim sendiri dan jangan mudah terpropokasi,” tegas Teguh.

Ia menambahkan, polisi akan mengambil langkah tegas dalam menangani kasus ini dan masyarakat nelayan agar tidak mudah terpancing dengan hal-hal yang dapat memicu kerusuhan.(Har/Bs)

Berikan Komentar