Koptan HPPLKN Terancam di Lahan Garapan, Ratusan Preman Blokir Jalan

oleh -714 views

garudaonline, Medan Labuhan | Baru saja dilakukan mediasi antara ketua kelompok tani HPPLKN, Syaiful Bahri dengan Wing Zore Ketaren, Rabu (2/11/2016) lalu, di Mapolsek Medan Labuhan, tampaknya tak juga berarti.

Informasi dihimpun dilokasi, Minggu (6/11/2016) sore, ratusan preman tampak menutup Jalan Serbaguna Pasar IV Desa Helvetia, Kecamatan Labuhan Deli, dan mengepung seluruh kelompok tani Himpunan Petani Penggarap Lahan Kosong Negara (HPPLKN).

“Ratusan orang mereka tadi dek, kami dikepung. Mereka orang-orang suruhan si Zore Ketaren, baru saja di mediasi sama polisi Rabu lalu, tapi terus saja dia mengganggu dan mengusik kami disini,” jelas Toroziduhu Zega salah seorang kelompok tani.

Terkesan tak menerima keputusan dan tak menggubris hasil mediasi yang dilakukan oleh pihak kepolisian, membuat Wing Zore Ketaren membayar para preman untuk menakut-nakuti para kelompok tani.

“Memang dia itu nampaknya kebal hukum dan gak takut sama siapa pun dek. Demi kepentingannya sendiri, disuruhnya para preman ini untuk menakut-nakuti kami. Perhatikan lah dek, banyak kali orangtua yang sudah tua-tua disini.

Bagaimana kalau ada yang mati karena sakit akibat serangan-serangan mereka? Siapa yang bertanggung jawab dalam hal itu?,” tambah M. br Tampubolon kepada wartawan.

Tampak petugas kepolisian Polsek Medan Labuhan yang tiba dilokasi terkesan berat sebelah dengan mengusir paksa para kelompok tani.

“Lihatlah polisi-polisi itu. dek. Kami di usir sementara, preman-preman ini yang bawa-bawa parang dan samurai, gak ada di usir dan dilakukan pembiaran. Nampak kali udah nerima suap polisi ini semua,” kesal kelompok tani.

Hingga berita ini ditayangkan, tampak para preman melakukan blokade jalan sambil menenteng senjata tajam. Para petugas kepolisian pun berat sebelah dan mengusir paksa para kelompok tani. (Robert)

Berikan Komentar