Kronologi Tewasnya Bocah 3 Tahun Dilindas Fortuner Diduga Milik Istri Kamaluddin Harahap

oleh -782 views

garudaonline – Medan | Mhd Nazril Ilham meninggal di Rumah Sakit Haji, Medan dan telah dikebumikan di pemakaman umum Sampali, Sabtu (26/11). Kedua orangtua korban dan keluarga besarnya diliputi duka mendalam.

Pasalnya, terduga pelaku Hj. Ernawati, SAg, istri dari Ir. H. Kamaluddin Harahap, M.Si anggota DPRD Sumut periode 2009-2014 itu tak mengakui perbuatannya dan enggan bertanggungjawab atas tewasnya, Mhd. Nazril Ilham, bocah berusia 3,8 tahun anak tetangganya itu.

Peristiwa kecelakaan yang menewaskan korban terjadi, persis di depan rumah Hj. Ernawati di Jalan Tangkul 2, Kelurahan Siderejo, Kecamatan Medan Tembung, Jumat (25/11) sekira jam 18.00 WIB. Hj. Ernawati terus bersikukuh, ia sama sekali tidak ada menabrak korban. Padahal, banyak saksi dan warga sekitar yang melihat kejadian tersebut.

Ditemui di rumah duka, Sabtu (26/11) sore, Saipul Bahri, ayah korban menuturkan, tabrakan itu bermula, saat anaknya (Nazril) sedang bermain di depan rumah tersangka yang hanya berjarak beberapa meter dari rumahnya bersama, Rangga (9), Mhd Raihan (8) dan beberapa bocah seusia anaknya.

Namun diduga karena lalai, Hj Ernawati yang keluar dari rumah mewahnya, langsung menyeruduk bocah malang itu, yang jatuh akibat tersandung batu.

“Anak saya sempat jatuh karena mau menghindar mobil ibu itu yang ingin keluar, lalu dia langsung menghantamkan bagian kanan depannya sampai anak saya langsung mengeluarkan darah dari hidung,” sambung, Supriani, ibu korban.

Pernyataan itu juga dikuatkan oleh saksi mata yang melihat insiden itu. Rangga (9) mengaku melihat mobil pelaku keluar dari pekarangan berlantai tinggi dan turun cepat ke luar gerbang. Posisi pekarangan rumah pelaku dengan jalan raya tinggi sehingga saat turun mobil meluncur kencang dan langsung menikung ke kiri. Di situ, korban dan teman-temannya sedang bermain tanah dan guli.

“Iya om, si Nazril ditabrak mobil besar itu. Mobil itu kan turun, langsung belok. Kami tadi lagi main guli di situ. Si Nazril main tanah. Tapi pas mobil ibu itu mau keluar, dia (Nazril) kesandung batu dan jatuh, lalu ditabrak mobil ibu itu,” terang Rangga, bocah kelas 3 SD yang merupakan teman korban, saat memperagakan temannya tewas tertabrak mobil Hj Ernawati.

Bahkan, abang Nazril, Mhd Raihan (8), menyebut, adiknya tewas setelah dihantam bagian depan dan samping mobil yang dikendarai Hj. Ernawati. “Bukan ditabrak pakai ban, tapi bagian depan mobilnya om. Terus Nazril kejang dan hidungnya mengeluarkan darah,” lanjut, Raihan.

Bukan hanya Rangga dan Raihan tetapi Gilang (19), remaja yang juga tinggal di sekitar lokasi kejadian juga ikut menjadi saksi mata. Gilang menuturkan, pelaku baru mengetahui ada korban sekarat setelah pengendara sepeda motor mengejarnya lalu menggedor-gedor mobil Hj. Ernawati untuk turun dan melihat, Nazril sudah tergeletak bersimbah darah.

“Sore itu, aku dan teman-temanku lagi main bola, Bang. Pas di depan rumah ibu Hj. Ernawati dan lokasi main si Nazril ada lapangan. Jadi kulihat si Nazril sudah tergeletak dan sudah keluar darah dari hidungnya. Mobil ibu itu, tadinya mau keluar rumah,” tutur remaja ini.

Namun Hj. Ernawati menepis tuduhan itu. Ia mengaku tak tahu kalau mobil yang dikendarainya telah menabrak bocah tetangga. Dia terus saja menyalakan mobilnya dan menjalankannya untuk pergi. Beruntung, seorang pengendara sepeda motor yang sedang melintas diketahui bernama, Ewil dan Butet, langsung memberhentikannya dan menggedor kaca depan mobil Ernawati guna menyuruh membawa Nazril ke Rumah Sakit Haji Medan.

“Si Ewil dan Butet mereka orang sini juga. Merekalah yang menyetop dan menggedor kaca mobil ibu itu. Kemudian, ibu Hj Ernawati menyuruh pembantunya mengangkat Nazril yang sudah bersimbah darah, lalu mereka bawa ke rumah sakit,” terang ibu korban.

Ironinya, saat Hj Ernawati ikut mengantarkan korban ke rumah sakit, orangtua korban mendengar percakapan Ernawati dengan Kamaluddin, suaminya melalui handphone. Terdengar bahwa Kamaluddin seperti menyarankan kepada istrinya untuk mengatakan kepada keluarga korban kalau yang menabrak adalah pengendara sepeda motor.

“Itulah yang saya gak terima. Dipikirnya saya gak dengar dia (Hj. Ernawati) sedang teleponan bersama suaminya. Dari pembicaraan mereka, saya mendengar, kalau suaminya itu (Kamaluddin) menyuruh istrinya untuk mengatakan kepada keluarga korban kalau yang menabraknya pengendara kreta. Terus istrinya langsung bilang saat itu. Padahal banyak saksinya dan pengendara sepeda motir warga sekitar yang menggedor mobilnya,” sesal ayah korban.

Atas kejadian itu, korban berunding dengan keluarganya dan mendatangi Unit Lantas Percut Sei Tuan, guna melaporkan perbuatan Hj. Ernawati.

“Kami sudah datang ke unit Lantas, tapi kata petugas di sana, penyidiknya sudah pulang. Jadi kami disuruh datang hari Senin dan membawa 3 orang saksi,” ujar Supriadi.

Sementara, Panit Lantas Percut Sei Tuan, Iptu, Karim Manurung saat dikonfirmasi, membenarkan perihal kedatangan keluarga korban untuk melaporkan bocah tewas akibat kecelakaan.

“Benar, kita sudah mendapatkan informasi itu tentang adanya keluarga korban yang akan melapor. Namun, saat ini anggota lainnya sudah pulang, mungkin besok disarankan kembali lagi untuk melapor ke sini,” kata Karim Manurung.(Sor)

Berikan Komentar