Nanya HP Kawan yang Hilang, Ayah dan Anak Nyaris Tewas Ditikam

oleh -628 views
 Masdinah Putri Ramadhan menunjukan bekas luka tikam yang masih terbalut perban

Masdinah Putri Ramadhan menunjukan bekas luka tikam yang masih terbalut perban

 garudaonline, Medan | Niat hati membantu temannya untuk mencari satu unit handphone, menjadi malapetaka bagi Musmuliadi (41) warga Jalan Studio X Pondok Jamur, Dusun VII, Desa Sei Semayang, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang, Minggu (6/11/2016) dini hari, lalu.

Informasi dihimpun dikepolisian, Meli (39) sang istri, bersama putrinya Masdinah Putri Ramadhan (15) bercerita kepada wartawan. Saat itu suaminya menghampiri temannya Vikram (34) yang saat itu mengisi acara sebagai pemain musik di perayaan Deepavali.

Saat itu, Vikram sempat melaporkan kepada korban bahwa handphone nya hilang di lokasi. Berniat membantu, korban pun mencoba menanyakan kepada para masyarakat yang mayoritasnya umat India yang merayakan Deepavali tersebut.

Tak berapa lama, Kalipah yang berada disitu langsung melayangkan pukulan di bagian kepala korban, dan seluruh warga Tamil tersebut pun membantu Kalipah untuk menganiaya korban.

“Suamiku nanya hape si Vikram disana dek, tiba-tiba Kalipah langsung main tangan. Orang situ juga si Kalipah dek, nggak tau apa persoalannya sama dia,” jelas Meli kepada wartawan.

Melihat ayahnya dikeroyok, Membuat sang putri berlari dan berusaha menyelamatkan ayahnya. Diwaktu yang bersamaan, seorang pemuda yang diketahui bernama Panir tak lain adalah anak Kalipah, mengambil sebilah pisau dari dalam tas sandangnya dan menghujamkan kepada korban.

Nahas bagi Masdinah yang terlebih dahulu terkena tikaman dibagian lengan kanannya. Pisau yang dipegang Panit pun berlanjut mengenai perut sebelah kanan korban hingga kebagian Punggung sebelah kiri korban.

“Aku duluan kenak tikam bang, lihatlah lenganku ini. Setelah itu, bapak yang kenak tikam di perut dan punggungnya. Langsung ku cari bantuan sama warga sekitar bang,” jelas Masdinah.
Masih kata putri sulung dari empat bersaudara ini bahwa warga yang mendapatkan informasi tersebut, beramai-ramai mengejar pelaku. Tak juga menemukan pelaku, warga yang kesal melakukan pelemparan terhadap rumah pelaku.

“Sempat dikejar bang, tapi dia berhasil melarikan diri. Palak warga, rumahnya lah yang menjadi sasaran bang. Kaca-kaca rumah bagian depannya pun pecah. Gak ada satu pun keluarganya yang berani jumpai warga pada saat itu bang,” tambahnya.

Mendapatkan informasi tersebut, petugas kepolisian Polsek Sunggal, tiba dilokasi dan mengamankan barang bukti milik pelaku berupa 1 unit sepeda motor Honda Revo dan satu unit borgol. Sementara itu, korban diboyong warga bersama keluarganya ke RS. Bina Kasih untuk mendapatkan perawatan medis.

“Baru semalam kami buat laporan resminya dek, karena petugas awalnya menyuruh kami untuk merawat suami saya dan setelah pulih, baru buat laporan resmi,” jelas Meli sambil menunjukkan surat laporan dengan nomor : STTLP/1188/K/XI/2016/SPKT Polsek Sunggal, Tanggal 8 November 2016.

Terpisah, Kapolsek Sunggal, Kompol Daniel Marunduri, Sik, kepada wartawan, ketika dikonfirmasi membenarkan laporan korban.

“Laporannya sudah kita terima dan sedang dalam proses penyelidikan. Pelakunya masih di cari,” pungkasnya. (robert)

Berikan Komentar