Nyalakan Lilin, Warga Tobasa Peringati Korban Bom Samarinda

oleh -511 views

garudaonline – Balige | Seluruh lapisan masyarakat dari berbagai lintas agama, suku, dan budaya di Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) melakukan aksi damai bertajuk ‘Stop!!! Kekerasan, Damailah Indonesiaku’ di Monumen DI Panjaitan, bundaran Kota Balige, Senin (21/11/2016) sekira pukul 19.00 WIB.

Ini sebagai bentuk keprihatinan atas meninggalnya Intan Olivia Marbun, bocah 2,5 tahun yang menjadi korban bom di halaman Dereja Oikumene, Samarinda Minggu (13/11/2016).

Dalam aksi damai itu, para peserta turut menyalakan seribu lilin  dan memanjatkan doa untuk kemajuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Sejak pukul 18.00 WIB, masyarakat mulai berdatangan ke Monumen DI Panjaitan. Dengan membentangkan spanduk, puluhan masyarakat Tobasa yang didominasi kaum muda mudi ini berdiri di pelataran Monumen DI Panjaitan sambil menyalakan lilin.

Para peserta juga bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Meski situasi cuaca gerimis, namun tidak menyurutkan niat para peserta simpatisan untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini.

“Hentikan kekerasan terhadap anak, biarkan Intan Olivia Marbun menjadi korban terakhir. Ia tidak tau apa-apa, tapi justru menjadi korban,” ujar seorang peserta melalui pengeras suara.

Selanjutnya, para peserta melakukan hening cipta untuk mengenang kematian Intan Olivia Marbun. Meski aksi ini tidak dikomandoi secara khusus, namun tetap terlaksana dengan damai dan tertib.

“Ini tidak melalui perencanaan matang, kita hanya menjalankan niat ini dari mulut ke mulut, mengajak teman sepermainan dan rekan yang lain. Hingga aksi ini diikuti masyarakat dari berbagai golongan dan agama. Masyarakat Tobasa cinta kedamaian, kami selalu hidup rukun dalam perbedaan di Tobasa ini. Ini adalah harapan kami, semoga Indonesia tetap damai,” ujar Tota Manurung, salah seorang peserta aksi.(HT)

Berikan Komentar