Parmalim di Tobasa Doakan Korban Gempa Aceh

oleh -425 views

garudaonline – Tobasa | Etnis Batak dari pelosok negeri penganut ugamo Malim atau Parmalim, menggelar doa bersama untuk korban gempa Aceh yang mengguncang Kabupaten Pidie Jaya, Pidie dan Bireuen.

Doa bersama itu digelar di tempat ibadah parsantian rumah Oppu Rugun Naipospos, Desa Sibadihon, Kecamatan Bonatua Lunasi, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa), Sabtu (10/12/2016).

Sebanyak 1.300 orang penganut Parmalim menggelar doa bersama tersebut sebagai bentuk kesedihan dan keprihatinan atas bencana alam yang merenggut ratusan nyawa itu. Doa yang diikuti kaum bapak dan ibu serta anak-anak itu berlangsung khidmat.

Kepada wartawan, Jintar Naipospos, sebagai Ulu Punguan (pemuka agama) Parmalim mengungkapkan, penderitaan masyarakat Aceh juga merupakan kesedihan Parmalim sebagai anak bangsa.

“Karena itu, ibadah ini selain mendoakan bangsa, kami juga sengaja mendoakan agar Indonesia terbebas dari segala bencana. Dan, bagi masyarakat Aceh, kami doakan supaya tabah dalam menghadapi cobaan dari Tuhan ini,” ujarnya.

Untuk mengurangi beban derita para korban bencana di Aceh itu, Jintar juga mendesak pemerintah untuk fokus memberikan bantuan, baik pangan maupun bantuan percepatan rehabilitasi lokasi penduduk yang porak-poranda akibat bencana.

“Kita sangat apresiasi dengan kedatangan Presiden Jokowi secara langsung ke Aceh. Kita harapkan ini bisa menambah semangat bagi para korban bencana dan menjadi warning bagi pihak terkait, untuk mempercepat proses pembangunan tempat tinggal bagi para korban,” imbuhnya.

Di samping itu, dalam ibadah akhir pekan kali ini, Jintar Naipospos, di hadapan seluruh pengikut kembali mendoakan agar Kebhinekaan di Indonesia senantiasa terjaga.

“Memanjatkan doa untuk keutuhan bangsa dan Kebhinekaan tunggal ika kita bisa terjaga selamanya, penganut Ugamo Malim selalu memanjatkan doa bersama sebagai bentuk keprihatinan,” tambahnya.

Di tempat yang sama, kegiatan ibadah itu juga dikunjungi oleh Iwan Darmawan, peneliti Kebhinekaan sekaligus Dosen Fakultas Universitas Pakuan Bogor, yang berkesempatan berbagi wawasan tentang kebangsaan kepada para Parmalim.

“Sebenarnya, jika 4 pilar kebangsaan terjaga yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika, dipastikan ancaman perpecahan tidak perlu ditakuti, karena tidak akan terjadi. Doa dari Parmalim ini adalah bentuk saling menghargai antar umat beragama,” jelasnya.(HT)

Berikan Komentar