Paten! Bendera Sidimpuan Berkibar di Gunung Tertinggi di Dunia

oleh -899 views

garudaonline – Sidimpuan | Warga Kota Padangsidimpuan patut berbangga sebab bendera Kota Padangsidimpuan tersebut sudah berkibar di Everest Base Camp (EBC) Kathmandu, Nepal pada 8 November 2016, lalu.

Khoiruddin Nasution, anggota DPRD Kota Padangsidimpuan yang merupakan untuk mengibarkan bendera Pemko Padangsidimpuan EBC Kathmandu.

Khoiruddin Nasution menceritakan melalui pesan singkatnya, pada Senin (31/10) harus menjalani aklimitasi cuaca sebagai persiapan pendakian gunung tertinggi di dunia tersebut.

Selanjutnya, pada 1 November 2016, dia bersama tiga orang lainnya yakni Adi Nugroho asal Wonosobo Jawa Tengah; Aldhi Cahyadi asal Serang, Banten’ dan Sherpa Lakpha dari Lukla menuju Kota Lukla.

Perlu diketahui untuk sampai ke tempat tersebut membutuhkan perjalanan 45 menit. Mereka mulai perjalanan dari Lukla dengan ketinggian 2.860 menuju Phakding.

“Untuk sampai ke EBC harus menempuh perjalanan delapan hari,” ucapnya kepada wartawan, Selasa (15/11).

Diceritakannya, tidak mudah untuk melakukan perjalanan menuju EBC dan puncak gunung tertinggi di dunia tersebut, karena kondisi jalan harus melalui bebatuan dengan kondisi iklim dingin mencapai 6 derajat Celcius saat malam hari.

Ia tambahkan setiap harinya, dia bersama rekan-rekannya harus menempuh perjalanan delapan jam agar tidak terlambat ke tempat tujuan.

Kondisi perjalanan semakin sulit mengingat para pendaki juga harus membawa beban perlengkapan. “Berat beban jadi naik, makanya berjalan pun semakin lambat dan sulit,”tuturnya.

Menurutnya, tidak jarang para pendaki termasuk dirinya mengalami sesak napas sehingga kepala pusing akibat oksigen yang semakin menipis.

Sementara kesehatan tubuh menjadi kunci keberhasilan pendakian, banyak juga pendaki yang memutuskan untuk pulang karena tidak sanggup melanjutkan kerena sudah lunturnya mental.

Para pendaki harus sabar dalam mendaki dan jangan banyak gerakan yang dapat membuat tenaga dan oksigen banyak terkuras.

Perlu diingat mendaki gunung merupakan salah satu cara untuk mendekatkan diri kepada Allah Subhana Wata’ala (SWT) dengan mendaki dapat lebih mencintai ciptaan Yang Maha Kuasa.

Tidak heran, sebelumnya sudah banyak gunung di Indonesia yang sudah berhasil dilalui Khoiruddin Nasution seperti Gunung Semeru di Jawa Timur, Gunung Kerinci di Jambi atau Gunung Rinjani di Nusa Tenggara Barat.

“Tidak boleh instan, sebelum ke EBC harus mendaki dulu gunung yang ada di Indonesia, setelah itu baru bisa ke sana,” pesannya.

Dia menceritakan, ketika di perjalanan kekagumannya kepada ciptaan Allah semakin bertambah saat melihat danau, hutan pinus dan ciptaan Tuhan yang lainnya.Keramahan penduduk setempat membuatnya tidak merasa asing, termasuk dengan para pendaki lainnya yang berasal dari negaranegara yang ada di dunia.

Prai yang menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kota Padangsidimpuan itu mengatakan, motivasi lainnya untuk menjadi seorang pendaki gunung adalah agar dapat mempelajari bagaimana pemerintah setempat merawat lingkungan sehingga dapat menjadi investasi besar.

Menurutnya, pengelolaan lingkungan yang baik akan mendatangkan pendapatan apabila ditata dengan sebaik-baiknya.

“Yang pastinya, melalui kegiatan mendaki gunung Everest ini, saya ingin memperkenalkan Kota Padangsidimpuan keseluruh daerah maupun dunia,”terangnya.

Dia berharap akan ada putra-putra terbaik Kota Padangsidimpuan yang akan meneruskan kegiatan pendakian gunung, sehingga Kota Padangsidimpuan akan semakin dikenal baik di Indonesia maupun di negara lain.

Sementara Ketua DPRD Padangsidimpuan Taty Arini Tambunan juga berbangga karena bendera Pemko Padangsidimpuan sudah berkibar di gunung tertinggi di dunia tersebut. tidak banyak daerah di Indonesia yang sudah mengibarkan bendera daerahnya di gunung tersebut.

Sebagai rekan dan kolega satu kerja, saya bangga dengan kemampuannya yang sudah mengibarkan bendera daerah Pemerintah Kota Padangsidimpuan di gunung yang sudah terkenal mendunia, ucapnya.

Dengan berkibarnya bendera Pemko Padangsidimpuan di EBC Kathmandu, maka menjadi catatan sejarah.

“Juga harus jadi motivasi bagi pemerintah untuk melakukan pembinaan terhadap warga yang lain sehingga mereka dapat membawa nama harum Kota Padangsidimpuan di tingkat dunia, pesannya.(Har)

Berikan Komentar