Pencarian Empat Korban Kapal Tenggelam di Perairan Bagan Asahan Terkendala Cuaca

oleh -621 views
Tim gabungan TNI AL, Airud dan Basarnas tengah melakukan proses pencarian korban.

garudaonline, Asahan | Tim gabungan TNI AL, Airud dan Basarnas terus berupaya melakukan pencarian terhadap empat korban kapal tenggelam di Perairan Bagan Asahan, Sumatera Utara. Namun pencarian terkendala dengan cuaca buruk yang melanda perairan itu.

“Kita mulai dari Perairan Bagan Asahan, dari Utara ke Selatan. Kita mengikuti arus. Inikan arus mulai pasang, masuk ke Kuala Bagan Asahan, mulai pintu masuk sampai ke dalam,” kata Pasops Lanal Tanjungbalai, Kapten Kresna, Sabtu (5/11/2016).

Kapten Kresna mengaku pencarian mengalami kendala karena hujan turun dengan intensitas tinggi yang melanda perairan itu. Bahkan angin kencang dan ombak mencapai lebih dari 2 meter juga menyulitkan tim gabungan.

“Hujan turun terus menerus. Tadi sempat reda, kita lanjutkan pencarian. Tapi sekarang mendung lagi. Cuaca masih belum bagus untuk tim SAR. Korban yang selamat masih di laut ikut melakukan pencarian bersama petugas,” terangnya.

Menurut Kapten Kresna pencarian akan dimaksimalkan hingga malam hari. Namun apabila cuaca semakin buruk, maka pencarian akan dilanjutkan keesokan harinya.

“Tim terus berupaya melakukan pencarian. Tapi ombak juga masih tinggi. Ada empat orang lagi yang masih belum ditemukan. Mereka terseret ombak dan hilang dari kapal,” pungkasnya.

Seperti diketahui Kapal Motor (KM) Usaha Damai GT 22 No 313 PPA tenggelam di Perairan Bagan Asahan pada Jumat (4/11/2016) sekira pukul 22.30 WIB. Kapal yang mengangkut 11 orang itu terbalik setelah dihantam ombak setinggi 3 meter disertai hujan dan angin kencang.

Ke-11 korban mencoba menyelamatkan diri dengan berpengangan pada kapal. Karena ombak terlalu kencang, ke-4 korban antara lain Latif (60), Heru (55), Budi (33) dan Hasnan (58) terseret dan hilang.

Sementara ke-7 korban selamat yakni Nanang Hardian Rafi (40) (Nakhoda), Putra Pratama (KKM) dan lima ABK lainnya Agam, Edi, Dedek, Lukman, dan Sukri masih bisa berpegangan pada kapal. Kemudian, kapal nelayan yang melintasi perairan itu menolong ketujuh korban. Korban yang selamat lalu dievakuasi ke Pelabuhan Tanjungbalai. (Fidel)

Berikan Komentar