Penulis Buku ‘Membongkar Gurita Cikeas’ Meninggal Dunia

oleh -480 views

garudaonline – Jakarta | George Junus Aditjondro aktivis dan penulis buku kontroversial ‘Membongkar Gurita Cikeas’ meninggal dunia pada usia 70 tahun di Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu pagi (10/12/2016) sekira pukul 04.45 WIB atau 05.45 WITA.

Andreas Harsono, jurnalis dan peneliti Human Right Watch (HRW) Indonesia, yang juga menjadi rekan dan mantan murid George Junus Aditjondro mendapatkan kabar duka tersebut pada pukul 05.00 WIB dari salah satu asisten almarhum yang berada di lokasi.

“Meninggal pagi ini waktu Palu. Dia dua hari lalu bangun pagi muntah lantas di bawa ke rumah sakit di Palu dan hari ini meninggal. George memang sudah kena stroke cukup lama, dia masuk rumah sakit di Yogyakarta dan sempat koma,” kata Andreas Harsono saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon

Andreas mengatakan, kepergian George yang pernah menjadi wartawan Tempo itu sangat mengejutkan karena mereka masih saling melakukan kontak pada Jumat (9/12/2016) untuk membicarakan acara seminar yang akan dihadiri Andreas pada pertengahan bulan ini.

“Terakhir kontak kemarin, dia susah ngomong jadi bicara lewat asisten yang meminta saya datang ke Palu pada tanggal 19 Desember,” katanya.

“Dia memang tidak ngomong langsung, bisa bicara tapi agak sulit, jadi bicara lewat Ferry (asistennya), intinya dia senang saya mau datang seminar. Saya juga tak menyangka dia meninggal hari ini,” ujar Andreas.

Menurut Andreas, George sosok kritis dan berani karena mengkritik pemerintahan Soeharto dan menulis buku tentang korupsi berjudul Membongkar Gurita Cikeas.

“Dia cendekiawan dan penulis yang rajin. Dia aktivis yang mendirikan lebih dari 20 organisasi di seluruh Indonesia dari Pulau Jawa hingga Papua,” ucapnya.

Nama George Junus Aditjondro dikenal berkat buku Gurita Cikeas yang mengupas di balik skandal bank Century hingga kemenangan fantastis Partai Demokrat naik tiga kali lipat dalam satu periode pemerintahan.(TM)

Berikan Komentar