PN Sebut Kaburnya Terdakwa Pencemaran Nama Baik Kesalahan Jaksa

oleh -384 views

garudaonline, Medan | Humas Pengadilan Negeri (PN) Medan, Erintuah Damanik menilai, kaburnya tahanan benama Surjana saat dibantarkan ke Rumah Sakit Bina Kasih, merupakan kesalahan jaksa penuntut umum (JPU).

Alasannya, ketika dilakukan pembantaran, majelis hakim selalu mewanti-wanti JPU selaku eksekutor harus dengan pengawalan. Dengan ketentuan, selama dalam pembantaran JPU akan melaporkan kepada majelis hakim, sudah sejauh mana penanganan penyakit terdakwa.

“Kalau sampai berlarut-larut seperti ini dan kemudian lari, jaksanya kemana? Dia harus mengawal tahanan itu. Ketika dia (tahanan) lari, tanggung jawab jaksa dong,” kata Erintuah saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (9/11/2016).

Menurut Erintuah, alasan JPU yang mengatakan pihak Rumah Sakit tidak mengeluarkan surat izin sehingga Surjana tidak bisa disidangkan, bukan alasan yang tepat.

“Kalau dokter yang baik, terkadang yang namanya terdakwa ketika dia sudah sehat langsung dokter buat pernyataan. Rumah sakit untuk orang sakit bukan untuk orang sehat,” sebutnya.

Erintuah menambahkan, berdasarkan rekomendasi dari rumah sakit JPU seharusnya melaporkan sejauh mana perkembangan tahanan yang dibantarkan. Selanjutnya, majelis hakim melakukan tindakan apakah mau ditahan apa mau diperpanjang lagi pembantarannya.

“Laporan dari jaksa saja tidak diberikan. Seharusnya jaksa wajib melaporkan perkembangan seorang terdakwa yang sedang dibantarkan,”  katanya menandaskan.

Sementara, Randi Tambunan ketika berbincang di PN Medan menyebut kaburnya Surjana berawal adanya biaya perawatan sekitar Rp 15 juta tak kunjung dibayar.

Alhasil, surat izin dokter yang menyatakan Surjana sudah sehat dan bisa menjalani sidang tak dikeluarkan. Kendati jaksa penuntut umum (JPU) saat itu membutuhkan Surjana agar segera menjalani persidangan.

“Dia (Surjana) kan sudah sekitar dua bulan di rumah sakit, jadi kemarin kami mintakan dokter agar surat izin yang menyatakan sudah, tapi gak dikasih. Kami kesulitannya di situ,” kata JPU Randi Tambunan.

Randi menyebut, kaburnya Surjana kuat dugaannya saat ini sudah berada di Jakarta. Sebab, wanita berkulit putih ini merupakan warga Jalan Palang Merah, Jakarta Pusat. Dia mengaku, telah berkoordinasi dengan Kajaksaan Agung (Kejagung).

“Saya kira dia sudah pulanglah (ke Jakarta). Kita sudah berkoordinasi dengan Kajagung,” ujar Randi. (Endang)

Berikan Komentar