Polisi Buru Pelaku Penembakan Ahli Reparasi Senjata di Medan

oleh -665 views

garudaonline – Medan | Tim gabungan Polrestabes Medan dan Polsek Medan Barat diback-up Polda Sumatera Utara tengah memburu pelaku penembakan ahli reparasi senjata, Indra Gunawan alias Kuna (43).

Untuk memudahkan proses penyelidikan, polisi juga telah memasang garis polisi (police line) di lokasi tewasnya pemilik Toko Kuna Air Rifle & Air Soft Gun di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat itu.

“Korban tewas. Dia tertembak di dada kiri dekat ketiak,” kata Kepala Kepolisian Resor (Kapolsek) Medan Barat Komisaris Polisi (Kompol) Victor Ziliwu di lokasi kejadian, Rabu (18/1/2017).

Dikatakan, selain melakukan penyelidikan di sekitar lokasi kejadian, pihaknya juga telah memintai keterangan saksi mata, termasuk Madi tukang becak dan tukang susu. Keduanya dibawa ke Mapolrestabes Medan.

Sementara, Kasatreskrim Polrestabes Medan, AKBP Febriansyah belum mau berkomentar banyak mengenai kejadian itu. “Nanti ya, masih lidik,” ucapnya singkat.

Terpisah, Delima Harahap, salah seorang pedagang di kawasan Jalan Ahmad Yani, Medan mengaku kaget ketika mendengar suara letusan senjata yang menewaskan Kuna.

“Satu kali kudengar suara ledakan senjatanya. Besar kali pun suaranya, ” ucap Delima.

Delima mengatakan sebelum kejadian suasana jalanan sepi dan tukang parkir juga tak tampak di sekitar toko milik Kuna. Tiba-tiba sekitar pukul 08.30 WIB Delima tersentak karena suara ledakan.

“Korban sudah tergeletak dan istri korban berteriak-berteriak. Siapa yang nembak pun aku tak lihat,” jelas Delima.

Sementara itu, Erwin pegawai toko senapan angin Benyamin persis di samping toko korban mengaku tidak begitu mengenali Kuna. Pegawai lainnya baru mengetahui Kuna tewas setelah istrinya menjerit minta tolong.

“Sifatnya saya kurang tau, karena sebagai pedagang, kami saingan bisnis. Kami jarang bicara. Paling kalau berpapasan basa-basi saja,” pungkasnya.

Penembakan itu, ucap Erwin begitu cepat berkisar 3 menit. Mereka mengira suara tembakan itu adalah suara knalpot.

“Kami pikir suara knelpot. Denger istrinya nangis, baru kami keluar. Korban satu mobil sama istrinya naik mobil pajero putih. Korban sekitar 3 tahun menempati toko itu. Dia nyewa,” ujarnya.

(fidel)

Berikan Komentar