Ratusan Warga Demo Polsek Pancurbatu, Minta Tersangka Perusakan Panglong Anggota DPRD Dilepas

oleh -332 views
Kapolrestabes Medan, Kombes Sandi Nugroho menyalami warga yang sebelumnya meminta agar ke tujuh warga mereka dibebaskan.

garudaonline – Pancurbatu | Ratusan warga Namoriam dan Bintang Meriah, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara berunjukrasa di Kantor Polsek Pancurbatu, Sabtu (17/12/2016).

Warga Namoriam, Sembiring mengatakan, mereka datang ke Polsek Pancurbatu untuk menayakan penangkapan terhadap Rahmat Sembiring, Mahdin Sembiring, Dani Sembiring, Sulaiman Sembiring, Dapat Sembiring, Nuel Sembiring dan Ahwar Sembiring.‬

Dia menyebut, ‪warga kaget dengan tindakan kepolisian yang menangkap warga desanya tersebut. Apalagi, petugas kepolisian menetapkan ke tujuh warga tersebut melanggar pasal 170 yunto 406 yunto 335 ayat 1 KUHPidana tentang perusakan secara bersama-sama dengan ancaman maksimal tujuh tahun penjara.‬

“Kenapa justeru polisi menangkap warga yang hendak mengamankan aktor intelektual pembakar panglong milik Tahan Sembiring,” katanya, Sabtu (17/12).‬

Menurutnya, demo yang dilakukan warga berawal dari ditangkapnya Jefri, diduga aktor intelektual pembakaran panglong milik Tahan Sembiring yang dilakukan oleh Aditya Bangun.‬

Warga yang menyakini Jefry orang di balik peristiwa itu mendatangi rumahnya dengan cara menggedornya. Namun istri Jefri, Mery Chrismas melaporkan perbuatan warga ke Polsek Pancurbatu dan polisi menangkap mereka.‬

Kapolrestabes Medan, Kombes Sandi Nugroho meminta warga Desa Namoriam dan Bintang Meriah menyerahkan penyidikan terhadap Jefri Sembiring kepada pihak kepolisian.‬

“Serahkan penyidikannya kepada Polisi,” kata Sandi yang turun ke Mapolsek Pancurbatu.

Dia memastikan, kepolisian akan menyidik keterangan Aditya Bangun pelaku pembakaran Panglong milik anggota DPRD Deli Serdang Tahan Sembiring yang mengaku disuruh Jefri Sembiring.‬

Terkait keinginan warga yang meminta kepolisian membebaskan warga yang ditangkap, Sandi mengatakan polisi akan bertindak profesional. Dia mengatakan akan menindak orang yang salah sesuai porsinya.‬

Namun, dia juga berharap warga tidak membalas kejahatan dengan kejahatan baru karena setiap tindak kejahatan akan ditindak kepolisian.‬ “Tidak boleh kejahatan dibalas kejahatan,” tukasnya.

Menurutnya sebagai negara hukum, seseorang tidak boleh bertindak sendiri. Pelaku kejahatan seharusnya diserahkan kepada polisi sehingga warga tidak terlibat.‬
“Menegakkan hukum tidak boleh dengan melanggar hukum,” katanya.‬

Minta Keadilan Ditegakkan‬

Perwakilan warga, Asmui Parinduri mengatakan kedatangan mereka hanya untuk meminta keadilan. Katanya, warga sudah jenuh dengan ketidakadilan yang diterima warga.‬

Lambatnya proses hukum katanya juga diwatirkan akan diamanfaatkan oleh pihak ketiga yang ingin agar kasus ini berlarut-larut.‬

Dia juga mengatakan pelaku adalah Psikopat yang kerap menggunakan tenaga orang lain untuk melakukan tindakan perusakan.

(g/10)

Berikan Komentar