Rumah Parbotot Dibom Molotov

oleh -337 views

garudaonline – Simalungun | Rumah kediaman milik Rusli (56) warga Simpang Kalvin, anagori Kerasaan Rejo, Kabupaten Simalungun dilempar bom molotov.

Diduga itu terjadi berikut teror dan cucunya disandera oleh menantunya, Erianto alias Erik alias Brewok (40), cuma gara-gara istirnya lari dari rumah.

Menurut keterangan mertua perrempuan Erik, Dawiyah (55) ketika ditemui di rumahnya, Selasa (22/11) sekira pukul 10.00 wib, pelemparan bom molotov di teras rumahnya, sempat membakar kosen dan tirai.

Ada dugaan kejadian Minggu dini hari itu adalah ulah dari menantunnya Erik. Pasalnya, sudah sebulan ini anak perempuannya Midarwati (34), yang menjadi istri Erik kabur tak tahu kemana.
Setelah Midarwati minggat, Erik curiga pihak keluarga mertuanya menyembunyikan istrinya tersebut.

Oleh karena itu, Erik bolak-balik melayangkan SMS berisi teror dan ancaman ke HP mertua laki-lakinya, Rusli.
“Dengan SMS, dia mengancam untuk membunuh kami sekeluarga, membakar rumah ini dan lainnya yang berisikan ancaman mengerikan,” kata Dawiyah.

Dawiyah membeberkan, dari awal Erik memang tak disukai oleh keluarganya. Perjumpaan Midar dengan Erik terjadi saat Midar bekerja di rumah makan di wilayah Raya setelah berpisah dengan suami keduanya April Kurniadi (38) warga Pasar Bawah, Simpang Dosin.
Entah bagaimana ceritanya Midar mengaku telah menikah dengan Erik di Raya. Namun dia tidak bisa menyebutkan alamat pasti Erik, pasalnya Erik selalu berpindah-pindah rumah “Tapi orang tuanya tinggal di Medan, di Pasar Merah Jalan Bromo,” bilangnya.

Bukan itu saja, sehari setelah Midar kabur, Erik mengambil Alvan (6) anak nungsu Midar dari rumah bekas suaminya April Kurniadi.
Erik berkata Midar rindu dengan anak bungsunya itu. Namun ternyata, Alvan dijemput untuk mengancam keluarga mertuanya Rusli.

“Ketika kami telpon Erik, anaknya yang angkat. Di bilangnya Alvan dibawa agar ibu Midar pulang,” katanya.
Sebenarnya Darwiyah dan suaminya Rusli yang bekerja sehari-hari sebagai tukang botot dan penjual es potong juga merasa bingung, sama halnya dengan Erik.

Mereka juga tidak tau kemana Mindar pergi. Puncak pertikaian mereka terjadi saat hari Minggu lalu. Seusai sholat subuh, Darwiyah mendengar ada suara mobil berhenti lama di depan rumahnya. Tahu-tahu ada suara letupan dan api pun membakar teras rumah.
Namun ketika dikejar keluar, mobil tersbut sudah pergi dengan kecepatan tinggi. Menurut tetangga Darwiyah mobil yang diduga dikendarai oleh pelaku adalah mobil Kijang Kapsul berwarna biru.

“Saat itu kami sibuk memamadamkan api, jadi nggak sempat memperhatikan kemana mobil tersebut pergi. Tapi kejadian ini sudah kami laporkan ke Polsek Perdagangan.
Kapolsek Perdagangan AKP Asmara ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Saat ini, anggotanya masih melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelakunya. (Sgr)

Berikan Komentar