Sabar Diamuk Beru Singarimbun, Aiptu Sutisna Diganjar Penghargaan oleh Kapolda

oleh -292 views

garudaonline – Jakarta | Kapolda Metro Jaya, Irjen Mochamad Iriawan memberikan penghargaan kepada Aiptu Sutisna, polantas yang dipukuli ibu-ibu di jalan raya Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (13/12/2016) kemarin.

Acara pemberian penghargaan itu berlangsung di halaman Main Hall Polda Metro Jaya pagi tadi. Sutisna sendiri hadir dan menerima langsung piagam penghargaan dari Kapolda.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono menjelaskan, penghargaan itu diberikan kepada Sutisna karena dia berlaku humanis dalam menanggapi serangan dari wanita bernama Dora Natalia beru Singarimbun dengan sabar.

“Aiptu Sutisna dapat penghargaan juga karena dedikasinya dia dan kesabaran dia menghadapi ibu yang marah-marah itu. Kapolda apresiasi, ada penghargaan untuk anggota yang berprestasi,” kata Argo kepada Kriminalitas.com di Jakarta, Rabu (14/12/2016).

Argo menjelaskan, penghargaan itu berupa piagam yang berisi ucapan selamat dan terimakasih karena sudah melayani masyarakat dengan baik.

“Bapak Kapolda berharap, apa yang dilakukan rekan kami ini dapat menjadi contoh bagi polisi lainnya,” ujar Argo.

Dalam acara ini, hadir juga sejumlah pejabat seluruh Polda Metro Jaya.

Sutisna sendiri tampak senang dan terus tersenyum saat diberi ucapan selamat dari petinggi dan rekannya di institusi kepolisian. Bahkan, dia sempat berfoto bersama Kapolda.

Sekadar informasi, Sutisna adalah korban amukan ibu-ibu bernama Dora Natalia beru Singarimbun. Tanpa sebab jelas, Dora mengamuk kepada Sutisna dan sempat mencakarnya.

Aiptu Sutisno dalam sebuah video yang beredar di media sosial terlibat adu mulut dengan seorang wanita. Video berdurasi 51 detik itu memperlihatkan perempuan tersebut mencakar dan memukuli polisi Satuan Lalu Lintas BKO Trans Jakarta itu. Saat itu, Aiptu Sutisna sedang bertugas di depan Santa Maria di Jalan Jatinegara Barat, Jakarta Timur.

Perempuan tersebut juga berulang kali menarik baju dan rompi Sutisna hingga kancingnya terlepas. Meski Sutisna sudah berusaha melepaskan diri, perempuan itu tak mau menghentikan serangannya. “Sini lu! Sini lu!” teriaknya, yang tampak ingin merebut sesuatu dari tangan Sutisna.

Perempuan tersebut diduga kesal karena polisi menghalangi jalannya hingga dia tak bisa melewati jalur Transjakarta. Dia menyebutkan kata-kata kotor. Saat didatangi dan ditanya apakah ada yang bisa dibantu, ia justru mengamuk dan membentak Sutisna. “Saat itu, polisi lagi jaga, tiba-tiba dia (Dora) datang dan marah-marah. Tidak jelas juga penyebabnya apa. Padahal kami tidak menilang atau memberhentikan,” Argo menjelaskan.

Perempuan itu, menurut Argo, secara arogan meminta telepon seluler milik Sutisna sambil berkata, “Nanti ambil di Mahkamah Agung, HP-mu saya sita.”

Dapat Piagam

“Iya, dapat piagam,” kata Sutisna saat dihubungi hari ini. Sutisna menuturkan Kapolda juga menyampaikan pesan saat memberinya penghargaan. “Pak Kapolda pesan semoga bisa jadi contoh buat teman-teman yang lain.”

Saat ditanya soal kronologi kejadian, Sutisna menjelaskan, saat itu ia sama sekali tidak hendak menilang wanita yang diketahui bernama Dora Natalia tersebut. Ia sedang berjaga bersama beberapa rekannya seperti biasa.

Tiba-tiba, Dora memaki dengan kata-kata kasar. “Padahal saya enggak menyetop, enggak menilang, tahu-tahu dia memaki-maki saya pakai kata-kata kasar, pokoknya keluarlah itu semua isi kebun binatang,” Sutisna menceritakan.

Sutisna pun semakin bingung ketika Dora memaksa mengambil telepon selulernya dan memukuli serta menarik bajunya hingga robek dan rusak. “Saya juga bingung, padahal saya enggak salah, dia juga enggak salah. Handphone saya direbut, katanya disuruh ambil ke Mahkamah Agung,” ujarnya.

Kasus ini tengah dalam penyelidikan kepolisian.(KR)

Berikan Komentar