Sebelum Ditembak Mati, 2014 Kuna Juga Pernah Hendak Dibunuh Rawi Cs

oleh -699 views
Kapolda Sumut, Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel (2 dari kanan), Dirreskrimum Kombes Pol Nurfallah (kanan), Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Sandi Nugroho (2 dari kiri) dan Kabid Humas Kombes Pol Rina Sari Ginting (kiri) memperlihatkan barang-bukti senjata revolver dan pedang yang disita dari para tersangka pembunuh Kuna.

garudaonline – Medan | Ahli reparasi senjata di Medan, Sumatera Utara, Indra Gunawan alias Kuna (43) seperti sudah menjadi target pembunuhan Rawi dan Putra melalui orang-orang suruhannya.

Sebab, sebelum ia ditembak mati pada Rabu (18/1/2017) sekira pukul 08.30 WIB di depan toko Kuna Air Rifle & Air Soft Gun miliknya di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat, Kuna pernah hendak dibunuh.

Peristiwa itu terjadi pada April 2014 lalu. Namun aksi tersebut gagal karena pada saat itu yang kena aniaya adalah karyawannya, Wiria. Oleh Kuna, kasus penganiayaan itu telah dilaporkan ke Polresta (Polrestabes) Medan.

Laporan polisi (LP) Kuna saat itu tertuang dalam surat tanda penerimaan laporan polisi (LP) No: 841/K/2014/SPKT/Resta Medan tanggal 5 April 2014. Setelah dua tahun lebih, Rawi kembali ‘melancarkan aksinya’.

Kali ini ia berhasil. Melalui orang suruannya, dia berhasil menembak mati Kuna di depan toko Kuna Air Rifle & Air Soft Gun miliknya di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat, Rabu (18/1/2017) sekira pukul 08.30 WIB.

Pascakejadian, personel gabungan Subdit III/Jatanras Ditreskrimum Polda Sumut dibawah pimpinan Dirreskrimum Kombes Pol Nurfallah serta personel Satreskrim Polrestabes Medan dibawah pimpinan Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Sandi Nugroho melakukan penyelidikan bersama.

Hasilnya, personel gabungan Subdit III/Jatanras Ditreskrimum Polda Sumut dan Polrestabes Medan berhasil menangkap dua tersangka kasus penganiayaan tahun 2014 itu. Mereka adalah Wahyudi alias Culun dan M Muslim. Dua tersangka kasus penganiayaan itu adalah orang suruhan tersangka Rawi dan Putra saat itu.

“Penangkapan dua tersangka atas nama Culun dan Muslim membuka pintu masuk pengungkapan kasus penembakan terhadap Kuna. Dari hasil pengembangan kedua tersangka dan analisa CCTV di TKP, diketahui bahwa pelaku penembakan Kuna adalah kelompok yang sama (Rawi Cs),” kata Kapolda Sumut, Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel, Minggu (22/1/2017).

Setelah para pelaku penembakan teridentifikasi, sambung Rina, pihaknya lantas melakukan pencarian terhadap Rawi Cs. Selanjutnya, pada Minggu (22/1/2017) sekira pukul 01.30 WIB, polisi mendapat informasi bahwa satu tersangka atas nama Jo Hendal alias Jon (41) warga Jalan Sukaraja, Kabupaten Batubara berada di rumahnya di Jalan Karang Sari Polonia, Medan.

“Setelah mendapat informasi tersebut, tim langsung menuju rumah tersebut dan berhasil menangkap tersangka Jo Hendal alias Jon tersebut. Peran tersangka Jon ini adalah joki eksekutor. Setelah mengamankan Jon, tim kembali melakukan pengembangan,” terang Kapolda.

Dua jam kemudian, atau sekitar pukul 04.00 WIB, tambah Kapolda, pihaknya berhasil menangkap tersangka Rawi di Hotel I Cery, Jalan Sei Wampu, Medan. Selang dua jam lagi, atau pukul 06.00 WIB, polisi berhasil menangkap tersangka Chandra alias Ayen (38) di Jalan Rotan. Ayen adalah menerima titipan senpi dari Rawi.

Setelah mengamankan tersangka Jon, Rawi dan Ayen, polisi kembali melakukan pengembangan. Sekitar pukul 08.00 WIB, polisi menangkap tersangka Jon Marwan Lubis alias Ucok (62). Dari penangkapan Ucok ini polisi menemukan barang bukti tiga pucuk pistol revolver di kadang ayam rumah tersangka di Jalan Sei Deli, Medan.

Selanjutnya personel gabungan Subdit III/Jatanras Ditreskrimum Polda Sumut dan Polrestabes Medan kembali melakukan pengembangan terhadap eksekutor penembakan, Awaluddin alias Putra (51) warga Jala Elang, Banda aceh ke Jalan Ngumban Surbakti, Sunggal.

“Nah, sesampainya di Jalan Ngumban Surbakti ini, tersangka Rawi melakukan perlawanan dengan menggunakan sebilah pisau. Selanjutnya tim melakukan tindakan tegas terhadap pelaku dengan melakukan penembakan ke arah badan tersangka Rawi hingga meninggal,” ujar Kapolda.

Setelah itu sekitar pukul 08.30 WIB, tambah Kapolda lagi, tim berhasil menemukan tersangka Putra di Jalan TB Simatupang, Sunggal.

“Sewaktu personel hendak melakukan penangkapan, tersangka Putra ini menyerang petugas dengan sebilah pedang sehingga kita lakukan tembakan peringatan namun tak diindahkan sehingga personel melakukan tindakan tegas dengan menembak ke arah badaan tersangka Putra hingga meninggal.

Jadi disini saya jelaskan, dari delapan tersangka yang ditangkap, dua terkait kasus penganiayaan tahun 2014 dan enam orang lagi termasuk Rawi dan Putra yang meninggal terkait penembakan Kuna.

Dua tersangka kasus penganiayaan tahun 2014 adalah, Culun dan Muslim. Mereka juga orang suruhan Rawi. Sedangkan enam tersangka kasus penembakan, masing-masing, Rawi, Putra, Jon, Ayen, Ucok dan Raja yang ditengarai otak pelaku dari aksi penembakan tersebut,” terang Kapolda.

(g/01)

Berikut Video Keterangan Kapolda Sumut, Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel

Berikan Komentar