Sebelum Meninggal, Kapten Pnb Jhan Hotlan kepada Orang Tua: Nggak Rindu Sama Kami?

oleh -415 views

garudaonline – Medan | Kematian Kapten Pnb Jhan Hotlan Farlin Saragih menyisakan duka mendalam bagi keluarga. Sehari sebelum jatuhnya pesawat Hercules C-130 milik TNI AU di Gunung Lisuwa, Distrik Minimo, Kabupaten Jayawijaya, perwira di Skadron Udara 32 Malang itu sempat menanyakan pada orang tuanya apakah rindu dengannya.

“Sama orangtuanya sebelum kejadian masih komunikasi. Ini kejadiannya hari Minggu, dia Sabtunya masih komunikasi. Itu cerita orangtuanya. Dia bilang, ‘nggak rindu sama kami’,” kata paman almarhum, Waldison Purba usai menjemput jenazah Jhan di Lanud Soewondo Medan, Senin (19/12/2016).

Waldison mengaku mendengar informasi tewasnya korban dari keluarganya di Jakarta. Mengetahui berita duka itu, Waldison langsung menyalakan televisi untuk melihat berita.

“Saya langsung hidupkan tv, ternyata saya lihat nama dia nomor dua. Jhan Farlin Saragih. Orangtua Jhan yang tinggal di Tebingtinggi baru tahu kabar duka itu sore harinya,” sebutnya.

Di Lanud Soewondo, jenazah tiba bersama rombongan Istrinya Hotriani Kristina Purba bersama kedua anaknya Daniel (4) dan Gabriel (2). Keluarga korban yang datang dari Simalungun tak kuasa menahan tangis ketika peti jenazah diturunkan dari pesawat Boeing 737-400 bernomor AI-7301 milik TNI AU yang membawanya dari Malang.

Anggota keluarga yang sebelumnya menangis langsung berlari memeluk Hotriani Kristina Purba (Istri korban) yang terlihat lemah diatas kursi roda. Upacara penghormatan terakhir dan serah terima jenazah dipimpin langsung oleh Danlanud Soewondo, Kolonel Pnb Arifien bersama pasukan TNI AU.

Diketahui, Kapten Pnb Jhan Hotlan Saragih meninggal dalam kecelakaan pesawat Hercules TNI AU di Papua pada Minggu (18/12). TNI AU menetapkan status berkabung atas insiden Hercules jatuh di Gunung Lisuwa, Disktrik Minimo, Kabupaten Jaya Wijaya, Papua, yang menewaskan 13 orang prajurit mereka.

(Fidel)

Berikan Komentar