Sepanjang 2016: Polsek Sunggal Ungkap 11 Kasus Menonjol

oleh -456 views
Kapolsek Sunggal, Kompol Daniel Marunduri SIK (kiri) saat merilis salah satu pengungkapan kasus menonjol di tahun 2016 silam.

kapolsek-sunggal-kaleidoskop-2-psgarudaonline – Medan | Sepanjang tahun 2016, personel Reskrim Polsek Sunggal dibawah pimpinan Kapolseknya Komisaris Polisi (Kompol) Daniel Marunduri SIK berhasil mengungkap sedikitnya 11 kasus menonjol. Satu di antaranya, kasus begal modus tabrak adik 72 TKP.

Di pengungkapan kasus ini, personel Reskrim Polsek Sunggal menangkap 7 anggota komplotannya. Mereka adalah, Chandra Irawan Munthe alias Gondrong (24), Benny Syaputra Silaban (30), Andre Siregar (27), Sigit Prasetya (30), Khairul Anwar (31), Andi Putra Tanjung (34) dan Yuda Armaja (25).

“Di tahun 2016, komplotan begal sadis ini sudah 72 kali beraksi. Kebanyakan mereka beraksi di wilayah Kota Medan, ada juga beberapa tempat di luar Kota Medan,” kata Daniel usai mengikuti konferensi pers akhir tahun di Mapolrestabes Medan, Sabtu (31/12/2016).

Selanjutnya, sambung Daniel, kasus pencurian brankas 20 TKP, perampokan di kawasan Ringroad sasaran penupang becak bermotor (betor), perampokan sepeda motor anggota Brimob dan kasus pembunuhan sadis di Pasar 1 Perumahan Graha Pasar 1 No B-6, Kelurahan Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal.

Seperti diketahui, kasus pembunuhan sadis di Pasar 1 Perumahan Graha Pasar 1 No B-6, Kelurahan Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal ini sempat menghebohkan warga Kota Medan. Pasalnya, pelaku tunggal dalam kasus ini menghabisi nyawa korbannya Sui Chen alias Sui Tiang (71) dengan cara sadis. Mata korban oleh tersangka dicungkil.

(BACA JUGA: https://www.garudaonline.co/garuda/headlinenews/polisi-tangkap-pembunuh-dalam-waktu-1-jam-ini-keterangan-kapolrestabes-medan

Kemudian, lanjut Daniel, kasus pembunuhan yang dilakukan seorang pria terhadap anaknya (bapak bunuh anak) di Jalan Binjai, kasus perampokan sepeda motor siswa SMA di Jalan Sei Mencirim, dimana pelaku membacok tangan korban dan kasus perampokan terhadap mahasiswa asal Tiongkok.

Lalu kasus perampokan disertai pemerkosaan oleh 7 pria mengaku petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) masing-masing, Rusli (35) warga Sunggal, Suharyadi (44) warga Kelambir V, Deliserdang, Ivan (44) warga Marelan, Erik (41) warga Marelan, Gilang Maulana (22) warga Sunggal, Samsul Bahri (49) warga Sunggal, dan Deni Aprianto (21) warga Sunggal.

Tak kalah menariknya, pengungkapan kasus perampokan dan pembunuhan yang dilakukan oleh seorang LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender), ES alias T Umar (30) terhadap Guru SMP di Binjai, Mujiono (54) di Hotel History, Jalan Binjai, Medan, Kamis (10/3/2016) silam.

(iwan)

Berikan Komentar