Seribuan Rumah di Langkat Retak-Retak akibat Survey Seismik

oleh -342 views

garudaonline – Langkat | Seribuan rumah di Desa Sei Siur dan Desa Sei Meran, Kecamatan Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara mengalami retak-retak di bagian dinding bangunan akibat kegiatan survey seismik, Kamis (01/12/2016).

Warga yang dijanjikan mendapatkan dana kompensasi sampai kini belum menerima apapun. Retak retak terjadi pada bagian dinding rumah, mulai dari bagian atas dinding rumah hingga bagian bawah.

Salah satunya adalah rumah Abbas, warga Dusun 1, Desa Sei Siur. Dikatakan Abbas, saat peledakan dinamit terjadi, timbul getaran hebat layaknya gempa yang menyebabkan rumahnya retak-retak.

“Warga khawatir retak-retak ini lambat laun akan meneybabkan rumah kami runtuh. Sementara, tidak ada pertanggungjawaban dari pihak PT El Nusa selaku pemegang proyek untuk melakukan ganti rugi,” jelasnya.

Masih kata Abbas, sebelum melakukan peledakan, PT El Nusa telah melakukan sosialisasi dan berjanji akan mengganti rugi seluruh rumah warga yang terkena imbas dari ledakan tersebut.

“Mereka pernah berjanji sama warga mau mengganti rugi, namun sampai sekarang belum juga ada ganti rugi, bahkan pihak perusahaan belum ada menemui warga yang rumahnya rusak,” sebutnya.

Selain dinding rumah, sejumlah mesjid di empat desa ini juga menglami retak-retak. Kerusakan rumah dan mesjid ini terjadi pasca kegiatan survey seismik yang dilakukan karyawan PT El Nusa di Kabupaten Langkat.

Para pekerja melakukan survey seismik dengan cara mengebor tanah hingga kedalaman 30 meter, kemudian memasukkan dinamit dan meledakkan bom tersebut di dalam tanah.

Survey seismik ini dilakukan untuk mencari potensi kandungan minyak dan gas di dalam tanah. Namun kegiatan ini justru merusak rumah, mesjid hingga tambak ikan warga.

Getaran akibat ledakan dinamit di bawah tanah menyebabkan getaran hebat hingga sebabkan bangunan retak. Kegiatan survey ini telah dilakukan PT Elnusa sejak setahun lalu.

Pt Elnusa menjanjikan akan mengganti seluruh kerusakan yang timbul akibat kegiatan survey seismik ini. Namun hingga kini tak ada warga yang menerima dan kompensasi atau ganti rugi untuk bangunan rumah mereka yang rusak.

“Warga telah berulang kali mendatangi kantir PT Elnusa di Medan namun tidak pernah mendapatkan dana yang dijanjikan,” ujar Hanafi, salah seorang penjaga masjid.

Dari data pihak Kecamatan Pangkalan Susu, kegiatan survey seismik ini merusak ratusan rumah di 16 desa yang ada di Kabupaten Langkat.(BS)

Berikan Komentar