Status Tanggap Darurat Aceh Dihentikan

oleh -324 views

garudaonline – Jakarta | Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), akhirnya menghentikan status tanggap darurat gempa Aceh. Sebab seluruh korban sudah berhasil ditemukan.

“Data sudah lengkap. Untuk laporan orang hilang juga sudah tidak ada dengan kata lain sudah tidak ada korban hilang,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho kepada Kriminalitas.com, Rabu (21/12/2016).

Pelaksana tugas (Plt.) Gubernur Aceh Soedarmo pun memutuskan penghentian dan mengganti status tanggap darurat menjadi transmisi darurat bencana ke pemulihan. Berdasarkan data yang dirilis BNPB, jumlah total korban meninggal sebanyak 104 korban.

Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana, status transisi darurat bencana ke pemulihan adalah keadaan dimana penanganan darurat bersifat sementara/permanen (berdasarkan kajian enam teknis dari instansi yang berwenang).

“Tujuannya agar sarana prasarana vital serta kegiatan sosial ekonomi masyarakat segera berfungsi. Proses ini dilakukan sejak berlangsungnya tanggap darurat sampai dengan tahap rehabilitasi dan rekonstruksi,” lanjut Sutopo.

Hingga kini, korban gempa bumi 6.5 skala Richter yang melanda Aceh masih banyak memerlukan sejumlah fasilitas.

“Kebutuhan yang masih diperlukan adalah penyedian prasarana sekolah, penyedian air bersih dan MCK. Untuk penanganan pengungsi juga perlu pembangunan infrastruktur fasilitas umum,” tandasnya.

Seperti diketahui, akibat gempa yang terjadi Rabu (7/12/2016) lalu, ribuan masyarakat Aceh kehilangannya tempat tinggal. Tak hanya rumah, gempa tersebut juga mengakibatkan puluhan sekolah, masjid dan sejumlah fasilitas umum lainnya.(KR)

Berikan Komentar