Sudah Tujuh Kali Siswa dan Guru SMKN 3 Sidimpuan Gelar Demo

oleh -317 views

garudaonline – Sidimpuan | Lebih kurang tujuh kali melakukan unjuk rasa menuntut kepala sekolah diganti di lokasi sekolah, kini ratusan siswa dan guru SMKN 3 Padangsidimpuan kembali berunjukrasa tapi kali ini berlokasi di Kantor DPRD dan Walikota Padangsidimpuan, Kamis (8/12).

Dalam pernyataan sikapnya murid tersebut menuntut agar Kepala Sekolah (Kepsek), Dra.Hj.Darwisah Lubis, segera diturunkan jika tidak dipenuhi, para guru mengancam tidak akan melaksanakan tugas.

Dengan pengamanan Satpol PP dan Polresta Padangsidimpuan beberapa perwakilan siswa berorasi dengan membeberkan kelakuan semasa kepeminpinan Darwisah dari Tahun 2014 sampai sekarang yang mana siswa merasa sangat tidak nyaman atas kepemimpinannya.

Salah seorang siswa menyatakan keluhan bahwa di sekolah tersebut diduga ada penggelembungan dana prakter tata boga oleh pihak kepala sekolah juga biaya pembayaran siswa untuk mengikuti jalur undangan ke universitas sekitar Rp 200ribu – Rp 250ribu, termasuk pengambilan kelulusan siswa kelas XII sebesar Rp 50ribu, dengan alasan pembangunan Musolla serta biaya pengambilan Izasah sebesar Rp100ribu,pengambilan SKHU sebesar Rp 50ribu.

Rapat komite sudah dua tahun tidak dilaksanakan, namun pungutan uang komite tetap dilaksanakan Rp 35ribu/bulan, uang pramuka Rp 5ribu/bulan.

Diduga kuat ada indikasi jual beli kursi (PPDB), Pungutan pada mata pelajaran pengelola usaha jurusan kecantikan Rp 350ribu/siswa, menghilangkan mata pelajaran pendalaman Alkitab (PA) tetapi nilai masih di keluarkan di raport atas perintah Wakasek Kurikulum,penggunaan lab komputer di jurusan TKJ dibatasi, penggunaan dana BOS yang tidak mencukupi untuk jurusan Tata Busana (satu bahan praktek dikerjakan dua orang).

Yang lebih anehnya lagi sekolah mengeluarkan surat keterangan “sehat fisik dan mental” sebagai syarat peneriman siswa baru yang ditandatangani oleh Wakasek Kurikulum, H Tagor Mulia Rangkuti dan masih banyak lagi keluhan siswa/i tersebut.

Paling parahnya kepala sekolah sering membuat peraturan yang tidak jelas tanpa adanya kesepakatan bersama,(keputusan rapat) dan tindakannya selalu otoriter.

Dengan dimediasai pihak Polresta Padangsidimpuan Wakil Ketua DPRD, Ir Ahmad Yusuf Nasution dan Komisi III Timbul Simanukalit dan Ahmad Gojali Harahap menerima utusan perwakilan siswa dan guru, tampak seluruh siswa yang berunjukrasa menunggu tertib dihalaman Gedung DPRD. (har)

Berikan Komentar