Sungai Meluap Tengah Malam, Puluhan Remaja Terjebak di Hutan

oleh -609 views

garudaonline – Pandan | Di tengah hutan serta diguyur hujan deras, sebanyak 28 remaja tak bisa beranjak keluar dari hutan karena arus sungai yang meluap. Sebelumnya, mereka berwisata di Air Terjun Si Aili, Kecamatan Tukka, Tapteng, Minggu (20/11).

Setelah berada di hutan semalaman, pada Senin (21/11) pukul 03.00 dini hari, mereka akhirnya dievakuasi. Pada Minggu itu, kawasan Tapanuli Tengah (Tapteng) memang diguyur hujan sepanjang hari, bahkan hingga malam.

“Itu sebanyak 28 orang. Mereka itu terjebak karena siang itu ke sana mandi ke air terjun, rupanya hujan turun, nggak bisa menyeberang. Air sungainya deras. Mereka nggak bisa pulang,” jelas Kapolres Tapteng AKBP Hari Setyo Budi melalui Kapolsek Pandan AKP Ahmad Yani Nasution yang dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (21/11).

Kapolsek menuturkan, pencarian yang dilakukan oleh tim gabungan yang terjun saat itu berhasil menemukan puluhan remaja yang terjebak itu dengan kondisi lemas setelah satu malam diguyur hujan.
“Semalam, semuanya, camat, polsek, TNI bersama tim Basarnas turun mencari. Mereka ditemukan dalam kondisi kedinginan dan kelaparan. Syukur mereka semua selamat,” ujarnya.

Sementara, Koorpos SAR Sibolga Adlin Buyung Nasution melalui Humas Abdu Rahmad Hasibuan menjelaskan bahwa dari 28 orang remaja yang dijemput, 17 orang adalah pria dan 11 wanita.
“Mereka sudah lemas karena kelaparan. Informasi kita terima dari salah satu orangtua mereka mengatakan bahwa mereka hanya makan siang saja, setelah itu persediaan logistik mereka sudah tidak ada lagi. Makanya sebelum naik, kita bawa makanan dan minuman untuk mereka,” kata Abdu.

Abdu juga menjelaskan, 28 remaja yang terjebak itu berhasil dievakuasi sekitar pukul 03:00 WIB dini hari.
“Sekitar jam 3 tadi pagi lah, dari situ langsung dibawa turun, ada juga yang sampai digendong. Ada 2 orang cewek itu, karena sudah lemas. Mungkin karena kedinginan dan sudah nggak kuat jalan,” jelasnya.

Untuk menghindari hal serupa, Abdu mengimbau kepada warga yang ingin berwisata agar memerhatikan kondisi cuaca, mengingat kondisi cuaca akhir-akhir ini cukup ekstrem.
“Kita imbau agar membawa guide dan memerhatikan kondisi alam. Bila kondisi cuaca mengkhawatirkan, agar mengundurkan niat untuk pergi berwisata, terlebih ke tempat yang lokasi objek wisatanya jauh dari permukiman warga,” imbuhnya.

Agusman Halawa (16), seorang remaja yang ikut terjebak di kawasan Air Terjun Si Aili itu mengaku pasrah saat dirinya dan 27 rekannya tidak bisa melewati sungai yang sedang meluap dan membuat mereka terjebak.
“Ya, pasrah saja, Bang. Kami berkumpul saja di situ (di kawasan pepohonan),” ucap Agus sesaat setelah berhasil dievakuasi dengan selamat hingga di perkampungan di Kelurahan Bona Lumban, Kecamatan Tukka, Senin (21/11) dini hari.

Sulaiman (16), salah seorang remaja lainnya mengatakan bahwa ia dan teman-temannya berangkat menuju objek wisata Air Terjun Si Aili yang berada di tengah hutan pada Minggu (20/11) sekitar pukul 13.00 WIB.
“Sampai di air terjun sekitar jam setengah empat (15.30 WIB),” kata Sulaiman.
Setelah sampai di lokasi, ia dan 27 temannya sempat mandi-mandi. Namun, tak lama berselang, mendung menyelimuti dan air terjun mulai mengalami peningkatan debit serta berwarna keruh.

“Kami pun lari karena hujan. Kami lihat air semakin keruh dan makin besar,” ucapnya.
Ditambahkan, setelah menjauh dari kawasan air terjun, debit air semakin meningkat dan sungai tak dapat lagi diseberangi.
“Makanya kami bertahan saja,” katanya.(nta)

Berikan Komentar