Tragedi Bom Gereja Samarinda, Gerakan Seribu Lilin Digelar di Tarutung

oleh -838 views

garudaonline – Tarutung | Ratusan pemuda dari GMKI, GAMKI dan Altra (Aliansi Tapanuli Raya) menyalakan 1.000 lilin sebagai aksi solidaritas terhadap korban pengeboman Gereja Oikumene Samarinda, Kalimatan Timur.

Aksi Seribu Lilin tersebut berlangsung pada Senin (14/11) sekira pukul 21.00 WIB di Simpang Empat Kota Tarutung, Tapanuli Utara (Taput).

“Para orangtua sengaja membawa anak-anak mereka untuk beribadah. Tapi aksi terorisme telah mengorbankan nyawa anak-anak itu. Deradikalisme yang digaungkan pemerintah harus terlaksana untuk mewujudkan ideologi Pancasila,” ujar Dompak Hutasoit, salah seorang senior GAMKI.

Sementara Ketua GMKI Rafles Hutabarat meminta kepada seluruh organisasi pemuda dan masyarakat yang ada di Indonesia untuk melakukan konsolidasi setiap organisasi agar dapat menjaga keutuhan bangsa.

“Organisasi pemuda dan organisasi masyarakat agar tidak terpengaruh akan provokasi atas peristiwa pengeboman di Gereja Oikumene,” ujarnya sambil menyalakan lilin.
Dalam aksi solidaritas itu, Sekretaris Altra Tulus Sibuea juga menyampaikan sangat menyayangkan dan mengecam pelemparan bom molotov yang dilakukan oleh residivis teroris di Gereja Oikumene Samarinda.

“Kami mengutuk keras siapapun yang menggalang aksi terorisme yang pada akhirnya anak-anak yang jadi korban, terlepas apapun yang mendasari tindakan tersebut,” ujarnya.

Dia meminta kepada kepolisian untuk dapat mengantisipasi aksi dan harus serius menjaga keamanan setiap warga negara. “Meminta dengan rendah hati setiap tokoh masyarakat, agama, tokoh adat, untuk menjaga ke-Bhinnekaan di tengah-tengah masyarakat,” ajaknya.

Amatan wartawan, usai melaksanakan aksi solidaritas, sebelum membubarkan diri, massa menyanyikan lagu Indonesia Raya dan ditutup dengan doa bersama warga sekitar yang turut meramaiakan aksi tersebut. Pihak kepolisian juga tampak mengawal aksi sejak awal hingga aksi berakhir. (Nta)

Berikan Komentar