Turun ke Jalan, Dokter di Medan Tolak DLP

oleh -514 views

garudaonline – Medan | Ratusan dokter berunjuk rasa di depan kantor Gubernur Sumatera Utara, Jalan Diponegoro, pada Hari Dokter Nasional, Senin (24/10/2016).

Unjukrasa yang dilakukan para dokter yang tergabung dalam Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sumatera Utara menuntut reformasi sistem pelayanan kesehatan.

“Aksi ini kami lakukan di hari ulang tahun ke-66 IDI. Kami menyampaikan serentak di seluruh Indonesia,” kata Sekretaris IDI Sumut, dr Khairani Sukatendel.

Para dokter fokus menolak program studi Dokter Layanan Primer (DLP). DLP disebutkan merupakan lanjutan dari program profesi dokter yang setara dengan jenjang spesialis.

Dengan pendidikan minimal 2 tahun pemerintah ingin meningkatkan kompetensi dokter.

Namun para dokter menyatakan menolak program tersebut, karena bukanlah bentuk upaya kendali mutu SDM kedokteran, melainkan lebih pada upaya kendali biaya.

Pemerintah disebutkan ingin menekan jumlah rujukan dari fasilitas kesehatan tingkat pertama.

“Dokter kita sudah dapat melakukan 144 diagnosis, sudah cakap. Kenapa mereka yang di Puskesmas tidak bisa menangani penyakit dan harus merujuk pasien, itu banyak faktornya, seperti masalah sarana dan prasarana, kesejahteraan dokter, manajemen transparansi keuangan, dan penghargaan pada jasa dokter. Jadi banyak hal yang perlu direformasi,” ucap Khairani.

Ketua Perhimpunan Dokter Umum Sumut, Dedi Irawan Nasution menyatakan, paling banyak dikorbankan dalam program studi DLP adalah dokter umum. Dengan program itu, pemerintah telah membuat kasta di bidang kedokteran. “Dokter umum ditempatkan pada bagian paling rendah,” jelasnya.

Jika pemerintah tetap tidak mau mendengar aspirasi para dokter, mereka akan kembali berunjuk rasa. “Kami akan kembali bulan depan, pada Hari Kesehatan Nasional. Akan turun 1.000 lebih dokter. Kita mungkin akan usulkan mogok pelayanan kesehatan, kecuali yang ada di instalasi gawat darurat dan ICU,” aku Dedi.

Perwakilan dokter diterima Staf Ahli Bidang Hukum dan Pemerintahan, Noval Mahyar, dan Plt Kadis Kesehatan Sumut, Agustama.

Mereka menyatakan menerima aspirasi para dokter dan akan meneruskannya ke pemerintah pusat. “Kami juga minta masukan dari para dokter jika nanti dipanggil rapat ke Jakarta,” pungkasnya. (har)

Berikan Komentar