Wanita Bertato Bunga Ditemukan Tewas di Sibolga

oleh -1.181 views

garudaonline – Sibolga | Wanita dengan tato menyerupai gambar bunga di lengan kirinya, ditemukan tidak bernyawa di sebuah pondok di Jalan Patuan Anggi, Kelurahan Pancuran Gerobak, Kecamatan Sibolga Kota, Minggu (20/11) sekira pukul 13.40 WIB.

Belakangan, wanita ini diketahui bernama Wardini (45), yang kesehariannya bekerja sebagai penjual kain bekas (monza). Almarhumah juga diketahui tinggal tidak menetap, namun selalu berada di sekitar terminal Sibolga.

Opek, warga setempat yang pertama kali mengetahui almarhumah sudah tidak bernyawa lagi mengatakan kalau almarhumah sudah 5 hari terakhir tidak dapat lagi bergerak dari tempat tidurnya karena sakit yang dideritanya.

“Sudah 5 hari. Duduk saja nggak bisa, apalagi berdiri,” kata Opek yang juga pemilik pondok tempat almarhumah ditemukan.

Karena iba, warga sekitar lainnya sudah berulang kali menawarkan untuk membawa almarhumah berobat, namun dia tidak mau. Warga akhirnya hanya mampu memberikan makan dan minum meski setiap makanan yang diberi tidak pernah dimakan.

“Diajak berobat, nggak mau. Dikasih makan pun nggak mau. Sudah banyak yang ngajak dia berobat,” tuturnya.

Opek juga mengaku tidak tahu menahu tempat tinggal almarhumah. Hanya, dia tahu kalau almarhumah kesehariannya menjajakan pakaian bekas. “Kadang di sini, kadang di terminal dia tidur. Habis dia menjual monza, datang dia ke sini,” tukasnya diamini warga lainnya.

Sementara, Sumarni, sepupu almarhumah menerangkan bahwa selama ini mereka tidak mengetahui keberadaan almarhumah. “Setelah meninggal begini, baru tahu kami kalau dia di sini,” kata Sumarni diamini Mus, sepupu almarhumah yang lain.

Mus menambahkan, almarhumah sudah lama ditinggal mati suaminya, saat tsunami Aceh, tahun 2004 silam. Mereka dikaruniai 2 anak. Karena kebiasaannya merantau, almarhumah pun menitipkan 2 anaknya di panti asuhan.

“Suami meninggal waktu tsunami di Aceh itu. Waktu itu, anaknya yang 2 ini masih kecil-kecil. Ditinggalkannya anaknya ini di panti Asuhan. Dia pergi merantau entah kemana. Kadang sudah di Nias, kadang di Medan. Itulah kerjanya, merantau,” bebernya.

Sampai-sampai kedua anaknya tidak lagi mengenal wajah almarhumah karena keduanya kini sudah dewasa dan sudah berkeluarga.

“Kalau bukan karena meninggal, mana tahu kami dia di sini selama ini. Anak-anaknya pun nggak kenal lagi wajahnya, saking lamanya nggak jumpa. Padahal, tahunya dia rumah kami, tapi nggak pernah datang sekalipun,” ucapnya.

Terpisah, Kapolres Sibolga AKBP Benny R Hutajulu yang dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim AKP Sutrisno membenarkan penemuan mayat tersebut. Menurut hasil pemeriksaan sementara dan berdasarkan keterangan saksi-saksi, almarhumah meninggal karena sakit.

“Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Sementara, dari hasil keterangan warga, dia sudah lama sakit. Kita lihat pun, ada kotoran di celananya. Mungkin karena menahan sakit sehingga buang kotoran di celana,” terang Sutrisno.

Selanjutnya, pihaknya akan membawa jenazah ke rumah sakit untuk visum. “Sebelum nanti kita serahkan kembali ke keluarganya, kita visum dulu,” pungkasnya.

Amatan wartawan, di sekitar jenazah ditemukan bungkusan pakaian yang diduga dagangan almarhum. Ada juga seekor kucing juga di sisi jenazah. Menurut warga, kucing tersebut adalah peliharaan almarhum semasa hidup. (Nta)

Berikan Komentar