Zainuddin Tewas Disambar Petir

oleh -596 views

garudaonline – Batu Bara | Seorang nelayan tewas tersambar petir di tengah laut, sedangkan rekannya mengalami luka bakar, Jumat (11/11/2016). Adalah Zainudin (50) warga Pangkalan Dodek, Pagurawan yang meninggal tersebut. Sedangkan korban luka bakar, rekannya Azuari (39).

Informasi yang dihimpun, malam sebelum kejadian Kamis (10/11/2016), ketika Zainudin dkk berangkat melaut, cuaca tidak sedang hujan. Namun ketika malam semakin larut, cuaca di laut Batubara mulai tidak bersahabat. Selain hujan lebat, petir juga menggelegar hebat.

Zainuddin cs dan rekannya sesama nelayan kepiting pun menghentikan aktivitas menangkap ikan di tengah laut. Tapi nahas, kapal nelayan yang ditumpangi Zainuddin disambar petir.

Seketika Zainuddin roboh. Rekannya Azuari, warga Desa Pematang Nibung, Kecamatan Medang Deras, Batubara, juga ikut terkena kilatan petir dan mengakibatkan luka bakar di bagian bokong dan betisnya.

Dengan sisa tenaga yang ia miliki, Azuari kemudian berusaha membawa kapal mereka ke daratan berharap agar segera mendapat pertolongan medis.

Begitu sampai di darat, Azuari langsung berteriak meminta tolong bantuan warga nelayan. Kemudian dia dan Zainuddin langsung dievakuasi ke Puskesmas Pagurawan.

Sayangnya, Zainuddin ternyata sudah meninggal dunia. Kemudian jasadnya disemayamkan ke rumah duka di Jalan Teluk, Kelurahan Pangkalan Dodek, Pagurawan, Kecamatan Medang Deras, Batubara. Dan, pada hari itu juga jasad korban dikebumikan di tempat pemakaman umum setempat.

Sementara Azuari harus menjalani perawatan medis karena luka bakar di tubuhnya. ‘’Kejadian disambar petir itu sekira pukul pukul 05.00 WIB. Saat itu hujan lebat dan petir menggelegar,” kata Azuari, ketika ditemui di Puskesmas Pagurawan.

Salah seorang warga Pagurawan bernama Usuf (30), mengatakan, kejadian disambar petir itu terjadi Jumat (11/11/2016) subuh, saat korban tengah melaut.‘’Mereka itu nelayan kepiting. Mereka perginya malam hari dan biasanya pulang pagi,” ujarnya.

Kanit Reskrim Polsek Medang Deras AIPDA Trisman Siagian membenarkan kejadian tersebut. Sementara informasi diperoleh bahwa kedua korban merupakan nelayan modern. Tapi saat kejadian, mereka sama sekali tidak menggunakan handphone.(MS)

Berikan Komentar