Persidangan Kasus Korupsi Proyek Dinas PUPR Pakpak Bharat Dilimpahkan ke PN Medan

oleh -465 views

garudaonline, Medan: Proses penyelidikan terhadap tersangka Direktur PT MTU Rijal Efendi Padang (REP) telah diselesaikan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) (28/1).

Korupsi Rijal Efendi tersebut terkait kasus suap pelaksanaan proyek-proyek di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pakpak Bharat

Selanjutnya tersangka dan barang bukti telah diserahkan ke jaksa penuntut umum untuk diajukan ke persidangan.

Rencananya persidangan akan dilakukan di pengadilan tindak pidana korupsi (Tipikor) di Pengadilan Negeri Medan.

“Hari ini, penyidikan untuk tersangka REP, pihak yang diduga sebagai pemberi, sebagai pihak swasta telah selesai,” ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (28/1).

Febri menyampaikan tersangka REP telah dibawa ke lapas Tanjung Gusta, Sumatera Utara, untuk persiapan sebelum proses persidangan dilakukan.

“Tadi pagi, REP sudah dibawa ke Medan untuk dititipkan sementara di lapas Tanjung Gusta, Sumatera Utara, menjelang sidang dititipkan di sana,” ungkap Febri.

Sepanjang proses penyidikan, Febri menyebutkan terdapat total 33 saksi yang sudah diperiksa. Dalam kasus ini, REO diduga memberikan Rp200 juta kepada Bupati Pakpak Bharat Remigo Yolando Berutu dan anak buahnya.

Sebelumnya, KPK juga menetapkan Remigo bersama Plt Kepala Dinas PUPR Pakpak Bharat David Anderson Karosekali dan Hendriko Sembiring pihak swasta sebagai tersangka suap. Remigo diduga menerima suap Rp550 juta terkait proyek di Dinas PUPR Pakpak Bharat.

Lembaga antirasuah itu merinci penerimaan uang Remigo sebanyak tiga kali, yakni Rp150 juta pada 16 November 2018, dan Rp250 juta dan Rp150 juta pada 17 November 2018. Uang itu diduga digunakan untuk kepentingan Remigo, termasuk mengamankan kasus sang istri di Polda Sumatera Utara. (dfnorris)

Berikan Komentar