Personel Polsek Kutalimbaru Dianiaya Sekelompok Pemuda, Senjata Api Direbut

oleh -680 views
Kapolsek Kutalimbaru AKP Martualesi Sitepu SH MH (kiri) merilis para tersangka penganiaya anggotanya

garudaonline – Medan | Brigadir Melky Tampubolon dianiaya sekelompok pemuda di warung kopi Simpang Palebo Desa Bintang Meriah, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deliserdang. Satu dari lima orang pelaku bahkan sempat merebut senjata api milik personel Polsek Kutalimbaru, Sumut itu.

“Kelima pelaku sudah ditangkap semua tadi pagi sekitar pukul 06.00 WIB. Barang bukti yang diamankan satu unit angkot Rajawali No pol BK 1561 HB, satu buah botol guinnes bir hitam dan batu koral,” kata Kapolsek Kutalimbaru AKP Martualesi Sitepu SH MH, Jumat 15 September 2017.

Mantan Kanit Reskrim Polsek Delitua dan Polsek Medan Kota itu menyebutkan, kelima pelaku yakni Dandi Bangun (20), Budiman Sembiring (20), Rudi Ferdinan Ketaren (28), Adenta Sembiring (21) dan Triyadi Bangun (20). Kelimanya merupakan warga Desa Sugau Dusun IV Lau Macem, Kutalimbaru.

Penganiayaan itu terjadi pada Kamis 14 September 2017 sekira pukul 22.50 WIB. Kejadian berawal saat Brigadir Melky Tampubolon yang juga Bhabinkamtibmas Desa Sukadame Kutalimbaru melaksanakan tugas mendampingi perangkat desa Sukadame mengantarkan beras raskin ke Dusun Namomirah.

Korban bersama para perangkat desa yakni Robinson Ginting dan Hendak Tarigan berangkat menggunakan mobil pick up Daihatsu Zebra warna putih BK 8316 DM. Selesai pelaksanaan tugas, korban dan saksi saksi berhenti di warung kopi Simpang Palebo Desa Bintang Meriah, Kecamatan Pancur Batu untuk makan malam.

Kelima pelaku yang sudah lebih dulu berada di warung itu kemudian mendatangi korban dan saksi yang tengah duduk. Salah satu pelaku merasa kenal dengan saksi Robinson Ginting lalu minta dibelikan rokok. Namun permintaan itu ditolak saksi Robinson.

Setengah jam di warung, korban dan saksi hendak pulang. Ketika berada di dalam mobil, pelaku lagi-lagi mendatangi saksi menangih rokok. Namun saksi kembali menolak dengan mengatakan tidak punya uang untuk membelikan rokok tersebut.

Lalu pelaku minta diberikan uang Rp10.000. Namun saksi menjawab tidak punya uang. Mendengar perdebatan di antara saksi dan pelaku, korban mencoba melerai dengan menjelaskan dia anggota polisi Polsek Kutalimbaru sambil menunjukkan senjatanya.

Namun karena pengaruh minuman tuak para pelaku langsung menganiayai korban dan menarik senpi korban sehingga terjadi tarik menarik. Bahkan rekan pelaku lainnya mengamuk dan langsung memecahkan kaca mobil hingga pecah dengan melempar pakai batu dan botol. Kalah kekuatan korban berlari ke Polsek Pancur batu meminta pertolongan.

Polsek Kutalimbaru lantas berkoordinasi dengan panit dan anggota opsnal Pancur Batu dengan didampingi kadus 4 Lau Macem. Penggerebekan di rumah para tersangka sempat dilakukan namun ternyata para pelaku sudah melarikan diri.

“Dari hasil penyelidikan, diketahui pelaku sebanyak 5 orang datang ke TKP dalam keadaan mabuk tuak. Namun kelimanya sudah kita tangkap di Dusun IV Lau Macem. Saat ini para tersangka menjalani proses pemeriksaan di Polsek Kutalimbaru,” beber AKP Martualesi Sitepu.

(fidel)

Berikan Komentar