Pertamina Pastikan Harga BBM di Pedesaan Seragam

oleh -509 views

garudaonline, Nias: Lewat pengoperasian dua SPBU Kompak, Pertamina mantap memastikan harga BBM di Kepulauan Nias sudah sama dengan di Pulau Jawa.

Bersama Kementerian ESDM, PT Pertamina (Persero) meresmikan SPBU Kompak 16.228.521 yang beroperasi di daerah yang berhadapan dengan Samudera Hindia tersebut yakni, di Distrik Sitolu Ori, Kabupaten Nias Utara, dan SPBU Kompak 16.228.810 di Distrik Hibala, Kabupaten Nias Selatan, Jumat (7/12).

Dua lembaga penyalur di Sumatra Utara ini merupakan titik BBM Satu Harga ke-47 dan 48 yang diresmikan oleh Pertamina pada 2018. Pada Desember 2018, Pertamina telah melakukan uji operasi di 67 SPBU yang menjalankan BBM Satu Harga , sesuai target dan roadmap yang ditugaskan Pemerintah ke Pertamina.

“Dengan demikian, dari target 150 titik BBM Satu Harga yang diberikan ke Pertamina selama tiga tahun, 2017-2019, sudah terealisasi di 121 titik,” ungkap Direktur Pemasaran Ritel Pertamina, Mas’ud Khamid, di sela-sela peresmian.

Hadir dalam peresmian, Menteri ESDM Ignatius Jonan, Direktur Pemasaran Retail Pertamina Mas’ud Khamid, Bupati Kabupaten Nias Utara Marselinus Ingati Nazara dan Wali Kota Gunung Sitoli, Lakhomizaro Zebua.

Mas’ud menjelaskan, SPBU Kompak 16.228.810 di Distrik Hibala, Kabupaten Nias Selatan, akan menerima suplai BBM dari Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Gunung Sitoli.

Distribusi dari TBBM Gunung Sitoli ke SPBU Kompak 16.228.810 memakan waktu lebih dari 2 jam dengan moda perjalanan darat (sekitar 95 kilometer), atau lebih dari 6 jam apabila ditempuh melalui jalan laut (sejauh 64,3 kilometer).

Pada kedua SPBU akan disediakan BBM jenis Premium dan Solar. Sebelum dilakukan program ini, harga Premium di Distrik Hibala mencapai Rp12.000 per liter, sedangkan Biosolar Rp9.000 per liter.

“Saat ini, masyarakat Distrik Hibala sudah bisa menikmati harga Premium Rp6.450 dan Rp5.150 untuk Solar,” sambung Mas’ud.

Sementara SPBU Kompak 16.228.521 di Distrik Sitolu Ori – Kabupaten Nias Utara berjarak 41 kilometer dari TBBM Gunung Sitoli. Sebelum adanya BBM Satu Harga, masyarakat setidaknya membayar Rp7.500 per liter untuk Premium dan Rp7.000 per liter untuk Solar.

Selain peresmian BBM Satu Harga, Jonan juga menyerahkan secara simbolis paket konversi Minyak Tanah ke LPG 3kg. Konversi ini dilakukan Pertamina melalui mitra PT Kogas Driyap Konsultan. Pada Desember 2018, rencananya akan didistribusikan sebanyak 21.859 paket perdana di wilayah Kabupaten Nias Utara.

Mas’ud memastikan, dengan menggunakan LPG 3 kg masyarakat akan lebih hemat karena setiap satu liter minyak tanah setara dengan penggunaan 0,5 kg LPG. Selain itu, pembakaran LPG juga lebih baik ketimbang minyak tanah sehingga dapat memberikan suhu panas lebih tinggi dan pengalaman memasak lebih baik.

“LPG juga merupakan energi bersih dan mengeluarkan emisi Karbon yang jauh lebih sedikit dibandingkan dengan penggunaan minyak tanah sebagai bahan bakar,” ujarnya. (dfnorris)

Berikan Komentar