Pertamina Pastikan Tidak Ada Kelangkaan Elpiji 3 Kg di Medan

oleh -656 views

garudaonline – Medan | PT Pertamina (Persero) memastikan tidak terjadi kelangkaan gas elpiji ukuran 3 kg di Kota Medan. Namun penjualan gas melon bersubsidi ini banyak tak tepat sasaran sehingga menyebabkan pasokannya terkesan mengalami kelangkaan.

“Tidak ada kelangkaan. Hanya saja kondisi saat ini banyak warga yang tergolong ekonomi mampu, tetapi justru menggunakan gas ukuran 3 kg itu,” kata Officer Communication & Relation PT Pertamina Marketing Operation Region I (MOR I), Arya Yusa Dwicandra, Senin 9 Oktober 2017.

Dia menyebutkan sesuai kuota di 2017, Pertamina menyalurkan 110 tabung gas di seluruh wilayah Sumatera Utara. Dari catatan, di akhir  September ada 85 juta tabung gas yang telah tersalurkan di Sumut.

“Tentunya sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM No.26/2009 tentang Penyaluran LPG, Pertamina harus patuh terhadap kuota yang ditetapkan pemerintah sehingga kami tidak bisa menyalurkan melebihi kuota. Kita tidak mungkin keluarkan semua. Justru itu yang akan menyebabkan kelangkaan nantinya,” jelasnya.

Terkait adanya dugaan penimbunan gas elpiji bersubsidi ini, Arya enggan berspekulasi. Selain itu banyaknya pedagang eceran yang menjual gas elpiji 3 kg di atas harga eceran tertinggi (HET) Rp16 ribu, menurut Arya masalah itu menjadi wewenang Disperindag.

“Untuk pengawasan bukan wewenang kami. Di ranah kami hanya sampai koordinasi dengan biro ekonomi dan Disperindag yang harusnya melakukan operasi pasar elpiji 3 kg. Begitupun, kami tetap mengingatkan masyarakat bahwa gas 3 kg itu untuk masyarakat kurang mampu dan pelaku UMKM. Sedangkan masyarakat yang mampu dan restoran harus menggunakan produk subsidi,” bebernya.

Sebagaimana diketahui, warga Kota Medan, Sumatera Utara mengeluhkan terjadinya kelangkaan terhadap gas elpiji 3 kg. Bahkan banyak pedagang eceran yang menjual gas bersubsidi ini dengan harga jauh di atas HET.

Puput warga Medan Tembung mengaku harga gas elpiji 3 kg yang dibelinya dari pedagang eceran saat ini Rp25.000. Padahal biasanya harga gas yang dibelinya hanya berkisar Rp20.000 pertabung gas.

“Terpaksa saya beli biarpun harganya naik tinggi. Karena sudah keliling ke mana-mana gas lagi kosong,” ucap Puput, Senin 9 Oktober 2017.

Penuturan yang sama juga diungkapkan Desi warga Jalan Medan Halat. Meski sudah berkeliling ke kios-kios eceran dan pangkalan, namun gas 3 kg kosong.

“Saya sudah keliling empat kios. Tapi kata pedagang, gas melon lagi kosong. Saya bingung mau nyari di mana lagi. Sudah lima hari nggak masuk. Kalau nggak ada gas, gimana mau memasak?,” ungkap Desi.

(fidel)

Berikan Komentar