Perundingan Nuklir Korut-AS Gagal, Trump Salahkan Mantan Pengacara

oleh -131 views

garudaonline, Jakarta: Presiden Donald Trump menyebut keputusan kubu Demokrat untuk menggelar sidang kesaksian mantan pengacaranya, Michael Cohen, di hari yang sama saat ia bertemu dengan Kim Jong-un berpengaruh pada kegagalan hasil pertemuan dengan pemimpin tertinggi Korea Utara tersebut.

“Keputusan Demokrat untuk menggelar sidang terbuka terhadap pembohong dan penipu di saat yang sama ketika Pertemuan Nuklir dengan Korea Utara, adalah titik terendah baru dalam politik Amerika yang mungkin berkontribusi terhadap ‘kepergian,'” kata Trump melalui Twitter.

Melalui kutipan tersebut, Trump merujuk pada keputusannya untuk meninggalkan perundingan dengan Kim pada pekan lalu karena kedua belah pihak tak mencapai mufakat mengenai perlucutan senjata nuklir.

Dalam konferensi pers setelah pertemuan di Hanoi tersebut, Trump membeberkan bahwa AS sebenarnya sudah menyiapkan satu dokumen kesepakatan yang dapat ditandatangani usai konferensi tingkat tinggi dengan Kim.

Namun, Trump memilih untuk tak meneken dokumen apa pun karena tidak mencapai kesepakatan mengenai denuklirisasi.

Menurut Trump, Kim menawarkan menutup kompleks nuklir Yongbyon dengan timbal balik AS mencabut sanksi atas Korut.

Sementara itu, Trump ingin Korut melucuti senjata nuklirnya secara keseluruhan, baru AS dapat mencabut sanksi atas negara pimpinan Kim tersebut.

Saat Trump bertemu dengan Kim di Hanoi, Dewan Perwakilan AS menggelar sidang dengar pendapat untuk mendapatkan keterangan dari mantan pengacara Trump, Michael Cohen.

Dalam sesi tersebut, Cohen mengakui sejumlah dugaan keputusan kontroversial yang diambil Trump. Salah satu keputusan tersebut adalah mengenai pembayaran uang tutup mulut bagi sejumlah bintang porno yang memiliki hubungan gelap dengan Trump.

Ketika ditanya mengenai sidang Cohen dalam konferensi pers di Hanoi, Trump hanya mengatakan bahwa segala tuduhan itu tidak benar dan mengkritik keputusan untuk menggelar sesi tersebut saat ia sedang ke luar negeri.

“Saya mencoba menontonnya. Saya tidak bisa menonton banyak karena saya sedikit sibu, tapi saya pikir menggelar sidang palsu seperti itu di tengah pertemuan sangat penting seperti ini adalah keputusan yang sangat buruk,” katanya. (CNN/dfn)

Berikan Komentar