Pesawat Kargo Boeing 767 yang Disewa Amazon Jatuh di Perairan Texas

oleh -182 views

garudaonline, Indonesia: Sebuah pesawat kargo Boeing 767 milik maskapai Atlas Air Inc., jatuh di perairan dangkal di Texas, Amerika Serikat. Sampai saat ini tim penyelamat baru mengevakuasi dua jenazah, dari tiga awak yang ada dalam pesawat nahas itu.

Seperti dilansir CNN, Senin (25/2), pesawat kargo itu jatuh pada Sabtu pekan lalu saat sedang melakukan perjalanan dari Miami ke Houston. Burung besi itu menghujam bumi pada jarak 64 kilometer sebelah tenggara Bandara Intercontinental George Bush.

Pesawat itu dilaporkan disewa oleh Amazon. Tubuh pesawat hancur dan kotak-kotak kardus serta lusinan paket kiriman mengambang di permukaan air, bersama dengan puing-puing pesawat bermesin ganda itu.

“Tidak ada yang utuh dari pesawat itu. Berdasarkan apa yang saya lihat, saya rasa tidak ada yang dapat selamat,” kata Sheriff County Chambers Brian Hawthorne.

Hawthorne mengatakan pesawat itu jatuh di Teluk Trinity dekat Anahuac. Perairan itu memiliki kedalaman 1,5 meter yang dapat dijangkau dengan perahu-perahu berukuran sedang. Tempat kejadian itu membentang seluas sekitar 4,8 kilometer.

Tim penyelam dari Departemen Keamanan Publik Texas, Kepolisian Houston dan Kepolisian Baytown berada di lokasi kejadian, ia menambahkan.

“Para penyelam masih berupaya untuk menemukan korban ketiga,” kata Hawthorne.

Beberapa saksi mata melihat pesawat jatuh.
Sekitar enam orang melihat pesawat jatuh ke air. Beberapa mengatakan terdengar seperti suara ledakan mesin, kata sheriff.

Sebelum tim penyelamat tiba, para sukarelawan dengan perahu bergegas ke lokasi kejadian.

Menurut Ketua Dewan Keselamatan Transportasi Nasional, Robert Sumwalt, pesawat buatan 1992 itu dalam kecepatan normal saat berada dekat dengan bandara, lalu kemudian menukik dengan kecepatan “sangat tinggi” pada ketinggian 6.300 kaki.

“Serikat kita berdiri bersama sebagai sebuah keluarga dan mendukung keluarga anggota kita. Fokus kami adalah pada teman dan kerabat kami yang berada di pesawat itu, dan kami melakukan segala yang kami bisa untuk mendukung keluarga mereka,” kata Daniel C. Wells, yang juga seorang kapten Atlas Air. (CNN/dfn)

Berikan Komentar