Pimpin Apel Bulanan, Kapolda Sumut Beberkan Hasil Rapim TNI-Polri

oleh -650 views
Kapolda Sumut Irjen Pol Drs Paulus Waterpauw

garudaonline – Medan | Kapolda Sumut Irjen Pol Drs Paulus Waterpauw pagi tadi memimpin apel bulanan di lapangan upacara Sekolah Polisi Negara (SPN) Sampali, Jalan Bhayangkara, Medan.

Dalam amanatnya, Kapolda menyinggung hasil rapat pimpinan (Rapim) TNI dan Polri yang digelar di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur pada Selasa, (23/1/2018).

“Pada Rapim TNI dan Polri, Bapak Presiden RI menekankan kepada jajaran TNI-Polri untuk menjaga kebersamaan, sinergitas dan soliditas, mulai dari tingkat teratas (Mabes), sampai level tingkat terbawah (Polsek dan Koramil),” sebut Kapolda.

Dalam rapat tersebut, sambung Kapolda, Presiden Joko Widodo juga mengingatkan TNI dan Polri agar mengutamakan upaya pencegahan persuasif dalam penanganan konflik.

“Negara jangan sampai kalah dengan ormas anarkis, serta agar melakukan tindakan tegas terhadap akun media sosial penyebar ujaran kebencian,” imbuhnya.

Sementara para Rapim Polri, tambah Kapolda Sumut, Kapolri Jenderal Tito Karnavian menegaskan tentang konsep Promoter.

“Intinya adalah bagaimana Polri mendapatkan kepercayaan publik. Promoter ini berada pada kata kunci yakni profesionalisme, modernisasi dan terpercaya.”

“Untuk merebut kepercayaan publik, harus dilakukan melalui 2 langkah utama, yaitu meningkatkan profesionalisme dan modernisasi di bidang IT,” jelasnya.

Dalam Rapim tersebut, katanya lagi, Kapolri menggulirkan tiga program Promoter sebagai inti kegiatan. Yang pertama, peningkatan kinerja dengan prioritas program memperbaiki layanan publik, penegakkan hukum yang profesional dan menjaga kamtibmas, terutama mencegah konflik sosial.

Selanjutnya yang kedua perubahan budaya atau kultur. Perubahan terhadap budaya koruptif, bahwa kekuasaan absolut itu biasanya menimbulkan koruptif, arogansi kewenangan dan penggunaan kekerasan berlebihan.

“Penindakkan hukum dalam menjalankan tugas kepolisian, harus sesuai¬† Standar Operasional Prosedur (SOP)serta menjungjung tinggi Hak Azasi Manusia (HAM),” katanya.

Lalu yang ketiga, konsep manajemen media. Dalam program ini, Kapolri meminta agar hal-hal positif yang sudah dilakukan perlu diekspos dan di blow up. Sedangkan hal-hal negatif harus cepat diselesaikan.

“Koreksi internal lebih baik, daripada koreksi eksternal untuk mendapatkan public trust,” pungkasnya.

(g.01)

Berikan Komentar