Pimpin FGD Bersama Badan Kenaziran Masjid, Polrestabes Medan: Semoga Perbedaan Politik Tak Menghancurkan Persatuan Bangsa

oleh -224 views

garudaonline, Medan: Dalam rangka mewujudkan ketertiban dan keamanan di masyarakat, institusi kepolisian kian gencar melaksanakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD).

Berangkat dari tujuan inilah polrestabes Medan menghelat FGD dengan tema ‘Peran serta Badan Kenaziran Masjid (BKM) dalam menciptakan Situasi yang Kondusif Menjelang Pemilu 2019’, bersama para pengurus Badan Kenaziran Masjid se-Kota Medan, Selasa 26 Maret 2019.

Kegiatan yang bertempat di Aula Bag Ops Polrestabes Medan, jalan H M Said No 1 Medan ini dipimpin langsung oleh Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Dadang Hartanto, serta dihadiri oleh Kasat Binmas Polrestabes Medan AKBP Rudi H.R, para pengurus Badan kenaziran Masjid dan para Kanit Binmas jajaran Polrestabes Medan.

Menurut Dadang, Pemilu yang merupakan salah satu instrumen demokrasi ini kelak akan menghadirkan pemimpin yang berasal dari pilihan masyarakat.

“Oleh sebab itu tentu saja ada perbedaan pilihan maupun pandangan politik. Hal ini lumrah sebagai proses pendewasaan publik”.

Dalam FGD yang digelar tersebut, Dadang menambahkan bahwa dalam negara demokrasi yang menentukan ini adalah rakyat. Kedaulatan ada ditangan rakyat. Semua aspirasi rakyat yang akhirnya terwujud nanti dalam pemilu akan memilih pimpinan nasional yaitu presiden dan wakil presiden serta legislatif.

“Jika kita tidak melakukan upaya-upaya pengelolaan dengan baik maka perbedaan ini dapat memicu perpecahan antar sesama” tambahnya.

Adapun Dadang dalam pidatonya menyampaikan peran masyarakat sangat diperlukan untuk mengatasi perbedaan. Khususnya peran para pengurus kenaziran masjid untuk dapat menyatukan umat sehingga perbedaan yang ada tak menimbulkan konflik melainkan menjadi perekat antar sesama.

Dadang juga mengharapkan khotbah di masjid dapat menjadi penyejuk, pendingin dan pemersatu. Sebab menurutnya jika masyarakat tidak menjaga perbedaan dan tidak dikelola dengan baik maka negara ini akan pecah.

“Hari ini waktunya kita mempersiapkan bahwa kehidupan bangsa dan negara ini adalah untuk kepentingan generasi penerus. Apapun perbedaan kita, pilihan kita semoga persatuan dan kesatuan yang terjalin sejak lama tidak retak, tak terpecah belah” ujarnya mengakhiri pertemuan. (dfnorris)

Berikan Komentar