PLN Sebut Target Penjualan Listrik Tak Tercapai

oleh -236 views

garudaonline, Jakarta: PT PLN (Persero) mencatat penjualan listrik sepanjang 2018 meleset dari target. Penjualan listrik hanya terealisasi 232 TeraWatthour (TWh) atau tumbuh 5,15 persen atau di bawah target yang dipatok sebesar 7 persen.

“Penjualan kurang sedikit dari target”, ujar Direktur Pengadaan Strategis 2 PLN Supangkat Iwan Santoso di Gedung DPR, Senin (28/1).

Iwan mengungkapkan tak tercapainya target penjualan listrik tak lepas dari pertumbuhan ekonomi yang masih tertahan di kisaran 5 persen. Sekitar separuh dari penjualan listrik masih ditopang oleh penjualan golongan rumah tangga. Kemudian, sekitar 40 persen dari sektor industri dan sisanya dari sektor bisnis dan pelayanan publik.

“Tetapi, di Jawa, sektor industri penjualannya lebih banyak (dari golongan rumah tangga),” ujarnya.

Kendati penjualan tak mencapai target, Direktur Keuangan PLN Sarwono Sudarto mengklaim perusahaan masih mampu mencetak laba usaha. Bahkan, lebih baik dibandingkan capaian 2017. Sebagai catatan, pada 2017, perseroan mencetak laba bersih sebesar Rp4,42 triliun.

“Belum (bisa menyebutkan laba). Masih tunggu audit,” ujar Sarwono

Tahun ini, perseroan menargetkan penjualan tarif listrik bisa mencapai 245 TeraWatt atau tumbuh sekitar 5,6 persen.

Direktur Perencanaan Korporat PLN Syofvi Felienty Roekman mengungkapkan untuk mencapai target tersebut perseroan akan mendorong konsumsi listrik masyarakat, seperti pemanfaatan mobil listrik dan kompor induksi.

“Selain itu, kami juga ingin mendorong (konsumsi listrik) pada smelter (fasilitas dan pemurnian tambang),” ujarnya.

Selanjutnya, perusahaan juga menargetkan bisa merealisasikan insentif program penambahan daya listrik kepada pelanggan secara bertahap, baik melalui program diskon maupun gratis. Berkaca dari pelaksanaan program promosi yang pernah digelar sebelumnya, program insentif ini bisa meningkatkan konsumsi listrik pelanggan.

“Kan sebelumnya ada program diskon 17 Agustus, hari listrik PLN, itu kan ada diskon tambah daya. Ternyata, program itu cukup mendorong (konsumsi) kami,” jelasnya. (CNN/voshkie)

Berikan Komentar