Polda Jabar Ungkap Sindikat Pengedar Narkoba Jaringan Aceh – Batam

oleh -930 views
Kapolda Jabar Irjen Pol Drs Agung Budi Maryoto MSi didampingi Direktur Reserse Narkoba KBP Enggar Pareanom SIK S.Sos (kiri) memberikan keterangan terkait pengungkapan sindikat pengedar narkoba jaringan Aceh - Batam
BANDUNG NARKOBA 2
Direktur Reserse Narkoba KBP Enggar Pareanom SIK S.Sos (tengah) memperlihatkan barang bukti sabu yang disita dari sindikat pengedar narkoba jaringan Aceh – Batam

garudaonline – Bandung | Direktorat Reserse Narkoba Polda Jawa Barat (Jabar) berhasil mengungkap sindikat pengedar narkoba jaringan antarprovinsi Aceh – Batam sekaligus menangkap enam orang tersangkanya.

Barang bukti sabu yang disita dari sindikat pengedar narkoba jaringan Aceh - Batam
Barang bukti sabu yang disita dari sindikat pengedar narkoba jaringan Aceh – Batam

Dari pengungkapan itu, polisi menyita barang bukti sabu seberat 25,404 kilogram terdiri dari 24 bungkus paket besar masing-masing seberat 1 kilogram, 14 bungkus paket masing-masing seberat 1 ons dan 1 bungkus paket kecil seberat 4,19 gram.

Selain itu ada juga 12 unit handphone, 2 unit timbangan digital, 1 tabung gas 12 kg, 1 drum oli, 1 unit speker, 1 brankas, 2 sertifikat, 1 paspor dan 3 buku tabungan.

Kapolda Jabar Irjen Pol Drs Agung Budi Maryoto MSi didampingi Direktur Reserse Narkoba Komisaris Besar Polisi (KBP) Enggar Pareanom SIK S.Sos mengatakan, pengungkapan tersebut merupakan hasil pengembangan ditangkapnya tersangka Indra Ridmawan Cs dengan barang bukti 4,2 kilogram pada 12 September 2017.

“Berdasarkan pengembangan dari laporan polisi tersebut, personel Subdit 1 Ditresnarkoba Polda Jabar melakukan penggungkapan jaringan importir dan jaringan pengedar narkoba jenis sabu antarprovinsi dengan safe house di wilayah hukum Polda Kepri,” ujar Irjen Agung di Mapolres Sukabumi Kota, Jumat (2/2/2018).

Dikatakan, kelima anggota sindikat pengedar narkoba jaringan Aceh – Batam tersebut adalah, Amiruddin Bin Muhammad (42) warga Jalan Puri Agung 2 A Blok E 29 Rt 02 Rw 26, Kelurahan Mangsang, Kecamatan Sei Beduk, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

“Tersangka Amiruddin ini perannya sebagai konsumen dan bandar lokal di Batam. Dia ditangkap saat melakukan transaksi bersama dua tersangka atas nama M Sahril alias Yin (24) warga Perumahan Bukit Balerang Blok D 1 Tajung Piyayu, Kecamatan Sei Beduk dan Mustafa Bin Idris (28) warga Lorong Tumpuk Aceh Gede Geudong, Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara.”

“Mereka melakukan transaksi penyerahan sabu seberat 1 kilogram kepada tersangka tersangka Dahlan Bin Nurdin (36) warga Tiban Lama Rt 02 Rw 012 Desa Tiban Lama, Kecamatan Sekupang, Kota Batam, di Puri Agung II A Blok E No 29 Rt 06 RW 06, Kelurahan Mangsang, Kecamatan Sei Beduk Kota Batam pada 30 Januari 2018 sekitar pukul19.30 WIB,” terang Irjen Agung.

Setelah itu, polisi membawa tersangka Sahril ke rumah kontrakannya di Perumahan Bukit Balerang Blok D 1 Tajung Piyayu, Kecamatan Sei Beduk. Di sana, polisi menemukan 8 paket besar sabu yang tersimpan dalam drum bekas oli, 10 paket besar sabu dalam tabung gas elpiji yang telah dimodifikasi serta 6 paket besar sabu di cor-coran dudukan kompor di dapur.

Tersangka Mustafa ini perannya sebagai kurir atau transporter antar provinsi, sedangkan Dahlan sebagai koordinator kurir antar provinsi dan Sahril sebagai penyimpan sabu. Setelah mengamankan tersangka Amiruddin, Sahril dan Mustafa, polisi langsung melakukan pengembangan.

Hasilnya pada pukul 20.45 WIB, polisi berhasil menangkap tersangka Dahlan di Lotte Mart, Jalan Engku Putri, Kota Batam. Sekitar lima jam kemudian, satu tersangka atas nama Saifannur alias Bro Bin Ali (35) juga berhasil ditangkap di rumahnya di warga Jalan Bidan Ayu, Kecamatan Sei Beduk, Kota Batam.

Tersangka Saifannur ini perannya sebagai transporter dari Malaysia ke Indonesia atau partner bandar atau importir atas nama Firmansyah (DPO). Dari hasil pengembangan, polisi berhasil menangkap tersangka Azhari alias Agam (36) warga Gampong Lhok Sukon, Kecamatan Lapang, Kabupaten Aceh Utara.

“Tersangka Azhari ini perannya sebagai kurir yang mengantarkan sabu-sabu ke Bandung, Jabar. Para tersangka tersebut merupakan bagian dari jaringan bandar atas nama Firmansyah (DPO) dan berperan dengan tugas yang berbeda-beda.”

“Narkotika jenis sabu yang dikirim ke berapa provinsi merupakan kiriman dari Thailand via laut, transit di Malaysia untuk menurunkan sebagian sabu lalu kapal Thailand bersandar di pulau terluar di sekitar Aceh Utara.”

“Dari hasil penyelidikan dan profiling, diketahui pada hari Jumat 26 Januari 2018 transportir atas nama Juli (DPO) melakukan penjemputan sabu sebanyak 30 kilogram di pulau terluar dengan menggunakan perahu di sekitar Aceh Utara atas perintah dari Firmansyah (DPO),” papar Irjen Agung.

(g.01)

Berikan Komentar