Polda Sumut Bidik Potensi Kebocoran PAD Kota Medan

oleh -295 views

garudaonline, Medan: Berdasarkan analisis, Kota Medan rentan dengan potensi kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto mengatakan, potensi PAD Kota Medan di tahun 2018 ialah mencapai Rp139 Miliar, namun per Oktober kemarin baru hanya Rp 8-9 Miliar saja. Untuk itulah kepolisian membidik perkara ini agar tak disalah gunakan.

“Ini tidak wajar. Maka dari itu, ini yang tengah kita selidiki, kenapa bisa begitu. Pemerintah daerah ini kan perpanjanjangan tangan pemerintah pusat. Intinya bagaimana masyarakat bisa merasakan kehadiran negara di dalam kehidupannya,” ungkapnya saat berkunjung ke Warkop Jurnalis Jalan H Agus Salim, Kamis (13/12/2018).

Dalam kesempatan tersebut, Agus menyinggung soal penyelewengan pajak dan retribusi dari sejumlah pos-pos pemasukan daerah, diantaranya pajak reklame, IMB bahkan sampai ke pemasukan dari retribusi parkir yang terjadi di Medan.

“Data terakhir yang didapat dari IMB target pemasukan pada 2018 yakni Rp 147 Miliar, sampai november baru Rp 23 Miliar. Ada Rp 124 Miliar potensi lost. Kemudian, potensi pajak reklame ditarget Rp 107 Miliar dan yang baru diserap sebesar Rp 12 Miliar, ada potensi lost Rp 95 Miliar. Kemudian, potensi parkir Rp 43,8 Miliar yang diserap Rp 16,8 Miliar. Ada potensi lost Rp 27 miliar. Padahal ini kan kalau bisa diserap dengan baik, bisa digunakan untuk masyarakat,” katanya.

Untuk itu, Agus mengaku pihaknya sudah memperingatkan Pemko Medan agar benar-benar bekerja mengumpulkan potensi-potensi pendapatan daerah.

“Inilah kesempatan saya, selama ini saya tinggal di Sumut, dan ini kesempatan terakhir saya selagi menjabat Kapolda Sumut. Kita dorong dan desak Pemko Medan untuk meraup seluruh potensi-potensi itu demi kebaikan. Masa untuk yang baik gak mau,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Sumut, Kombes Pol Rony Samtana mengaku, pihaknya sudah mengimbau secara persuasif, selain akan melakukan tindakan tegas atas dugaan penyelewengan yang berpotensi menyebankan kebocoran PAD tersebut.

“Seperti kemarin, kita ada melakukan OTT soal pajak permainan pajak restaurant. Pertama caranya akan diimbau untuk berbenah, kalau tidak mau dicubit, kalau enggak juga mau kita tindak,” sebutnya.

Rony mengatakan, penyelewengan-penyelewengan itu terjadi dikarenakan adanya tangan-tangan tak terlihat dan tersentuh yang bermain. “Ada banyak invisible hand yang bermain di sana. Makanya itu yang menyebabkan kebocoran-kebocoran tadi terjadi,” tuturya.

Untuk di Medan, terang dia, sudah 2.408 reklame tak berijin yang ditindak dan masih sisa 600-700 reklame besar yang berjalan untuk ditertibkan. Rony menyebut selama ini modus yang dilakukan oleh para pelaku pengemplang pajak reklame itu adalah dengan memajang foto-foto pejabat daerah.

“Tujuannya agar reklame-reklame bermasalah itu tidak ditertibkan. Nah, hal ini sedang kami selidiki dan akan dicari siapa yang bertanggungjawab mulai penyedia hingga penggunanya,” terangnya.

Sementara itu, pos-pos yang menjadi potensi penyelewengan menurutnya, diantaranya pendidikan, kesehatan, pelayanan terpadu, dinas sosial, Badan Lingkungan Hidup (BLH), kebersihan, Pekerjaan Umum (PU).

“Dalam program 100 hari Kapolda Sumut, beliau sudah menegaskan dan memaksa agar Pemko Medan bekerja maksimal. Jadi, jangan sampai ada penyelewengan, bila tidak akan ditindak,” pungkasnya. (dfnorris)

Berikan Komentar