Polda Sumut Kirim Bantuan Tambahan untuk Korban Banjir Bandang dan Longsor di Madina

oleh -1.413 views
Kapolda Sumut Irjen Pol Drs Agus Andrianto, S.H dan Ketua Pengurus Daerah (PD) Bhayangkari Sumut Ny Evi Agus Andrianto beserta PD Bhayangkari Sumut mengirim bantuan tambahan untuk korban banjir bandang dan longsor di Madina

garudaonline – Medan | Polda Sumut mengirimkan bantuan tambahan untuk korban banjir bandang dan longsor di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Provinsi Sumatera Utara. Dalam musibah ini, jumlah korban meninggal dunia tercatat 17 orang.

“Ini merupakan bantuan tambahan karena saat sabtu sudah kita geser dua truk bantuan dari Polres Madina,” kata Kapolda Sumut Irjen Pol Drs Agus Andrianto, S.H, Senin 15 Oktober 2018.

Agus menyebutkan berbagai jenis bantuan merupakan sembako yang diangkut menggunakan empat unit truk. Sembako yang dikirim ini nantinya akan didistribusikan oleh Polres daerah setempat.

“Bantuan ini dikirim sebanyak empat truk, ada beras, minyak, telur dan sembako lainnya,” ujarnya.

Selain sembako, ucap Agus, Polda juga sudah mengirim personil untuk membantu evakuasi dan pemulihan pasca terjadinya bencana banjir bandang yang menewaskan belasan orang.

“Kita berharap bantuan ini dapat meringankan beban warga yang menjadi korban bencana banjir bandang,” bebernya.

Seperti diketahui, jumlah korban meninggal dunia tercatat 17 orang yaitu 12 orang anak sekolah di Kecamatan Ulu Pungkut, 3 orang pekerja gorong-gorong jalan di Kecamatan Muara Batang Gadis, dan 2 orang yang kecelakaan mobil masuk ke Sungai Aek Batang Gadis saat banjir.

Dari 29 anak sekolah SD Negeri 235 yang sekolah sore yang diterjang banjir bandang di Desa Muara Saladi, Kecamatan Ulu Pungkut, Kabupaten Mandailing Natal, pada Jumat (12/10/2018) sore, kondisinya 12 anak meninggal dunia dan 17 anak berhasil diselamatkan.

Semua korban adalah anak-anak berusia di bawah 12 tahun. Dari 17 anak yang selamat 7 anak diantaranya luka-luka dan dirawat di Puskesmas setempat.

Selain itu 2 orang guru juga ditemukan selamat. Korban selamat ditemukan di bawah reruntuhan bangunan dan sebagian terseret oleh banjir bandang.

Banjir bandang juga menyebabkan 12 rumah hanyut dan rusak total, 9 rumah rusak berat dan 3 bangunan fasilitas umum rusak berat di Desa Muara Saladi. Masyarakat mengungsi di rumah kerabatnya.

Sedangkan 2 korban meninggal yang ditemukan di dalam mobil yang terjebur ke Sungai Aek Batang Gadis adalah seorang pegawai PT Bank Sumut dan seorang anggota Polri yang sedang mengawal pegawai PT Bank Sumut.

(voshkie)

Berikan Komentar