Polda Sumut Sebut Medan Jadi Tujuan Utama Perdagangan Hewan Langka

oleh -327 views

garudaonline, Medan: Penjualan hewan langka semakin marak belakangan ini. Dan sangat disayangkan lagi Sumatera Utara khususnya Kota Medan menjadi tujuan atas perdagangan hewan langka tersebut.

Hal ini perkuat oleh pernyataan Direktur Ditkrimsus Polda Sumut Kombes Pol Ronny Santama saat memaparkan pengungkapan kasus penjualan belasan burung langka di Mapolda Sumut, Selasa (26/2).

“Kami menduga Sumut khususnya Medan saat ini bukan hanya menjadi sumber hewan langka tapi juga tujuan peredaran hewan langka atau burung langka di Indonesia dan mungkin juga untuk transit ke negara lain,” sebut Ronny Santama.

Dari pengungkapan yang mereka lakukan di kawasan Mabar, Ronny menjelaskan petugas menyita 5 ekor burung Kakaktua Raja, 5 ekor Burung Kesturi Raja, 1 burung Rangkong Papan, 1 burung Kakatua Maluku, 1 burung Kakaktua Jambul Kuning dan 3 ekor Juvenil burung Kasuari Klambir Ganda.

“Ini semua burung yang dilindungi undang-undang,” papar Ronny.

Belasan burung langka ini dipelihara oleh dua orang tersangka yakni Robby (37) dan Adil Aulia (28). Keduanya warga Jalan KL Yos Sudarso Kelurahan Mabar Lingkungan I, Medan Deli.

“Tersangka R ini merupakan pemain lama dan memang sudah lama dicari. R masih kita kejar,” tukas Ronny.

Polisi kata Ronny Santama masih mengembangkan kasus penjualan burung langka ini. Pasalnya dari belasan burung yang disita ini hanya satu yang berasal dari Sumut yakni Burung Rangkong Papan.

“Sehingga atas dasar itu kami menganggap ini sebuah peredaran yang besar. Kalo dikonversi di pasaran total burung langka tang disita ini mencapai 500 juta rupiah,” sebut Ronny.

Untuk kasus yang diungkap di kawasan Jalan Mabar ini, Ronny mengatakan mereka menjual satwa langka ini dengan berbagai sarana termasuk penjualan online. “Termasuk dengan berlindung dibalik pedagang burung yang normal,” pungkasnya. (Voshkie)

Berikan Komentar