Polda Sumut: Tak Dilarang Main Petasan, Tapi Harus Ikut Aturan

oleh -532 views

garudaonline, Medan: Jelang pergantian tahun, Kepolisian Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara mengeluarkan imbauan pada masyarakat agar sama-sama menjaga iklim kondusif di malam Tahun Baru.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja mengatakan bahwa masyarakat boleh merayakan malam tahun baru dengan berbagai cara. Namun, tetap menjaga ketertiban, kenyamanan, dan kekondusifan wilayah sekitar.

“Malam tahun baru ini masyarakat silahkan merayakan malam tahun baru dengan berbagai macam cara seperti melaksanakan kegiatan ibadah seperti zikir, kumpul dengan keluarga, rekan dan teman-teman,” katanya, Sabtu (29/12).

Terkait larangan petasan saat masyarakat memeriahkan malam tahun baru, Tatan menjelaskan bahwa penggunaan kembang api tersebut harus dibawah 2 inci. Dimana, penggunaan semua jenis petasan yang tertuang dalam Undang Undang Kembang Api Tahun 1932 LN No.9 dan PP nya Tahun 1932 LN 1940 No.4.

“Di dalam Undang-undang itu dijelaskan bahwa bunga api atau kembang api kurang dari 2 inci tidak memerlukan izin pembelian maupun penggunaan,” jelasnya.

Tatan mengungkapkan bahwa kembang api yang ditujukan untuk pertunjukan (show) dengan diameter minimal dua inchi hingga delapan inchi, harus mendapatkan izin dari kepolisian.

“Kalau kembang api untuk pertunjukan itu harus ada izin dari kepolisian. Kita mengimbau agar malam pergantian tahun kita menjaga kekondusifan, kenyamanan, ketertiban di wilayah Sumut agar tidak menggangu orang yang sedang beraktivitas,” sambung Tatan.

Tatan juga menambahkan bahwa, pihaknya melarang penggunaan petasan di sekitar rumah ibadah, pemukiman, rumah sakit, sekolah, bandara, terminal, pelabuhan dan stasiun kereta api. Pelarangan penggunaan petasan juga diberlakukan di pusat perbelanjaan, bank, perkantoran dan jalan raya.

“Pihak kepolisian akan memberikan dan memberlakukan sanksi pidana jika ada yang ketahuan melanggar ketentuan tersebut,” pungkasnya. (dfnorris)

Berikan Komentar