Polda Sumut Tangkap Eksekutor Pembunuh Aktivis dan Mantan Caleg NasDem

oleh -347 views
Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto didampingi Wakapoldasu Brigjen Pol Mardiaz Kusin Dwihananto memberikan keterangan kepada wartawan terkait penangkapan eksekutor pembunuh aktivis lingkungan hidup, Maratua Parasian Siregar alias Sanjai dan mantan caleg NasDem, Maraden Sianipar

garudaonline – Medan | Personel Subdit III/Jatanras Direktorat Reskrimum Polda Sumut meringkus dua eksekutor pembunuh aktivis lingkungan hidup, Maratua Parasian Siregar alias Sanjai dan mantan caleg NasDem, Maraden Sianipar, Kamis (8/11/2019).

Selain dua pelaku ini, polisi juga menangkap satu orang lagi yang merupakan otak pembantaian tersebut.

Dua eksekutor pembunuh sadis itu adalah, JKH (42) warga Pasar Nagor Dusun 5 Perdangangan, Kabupaten Simalungun dan DS alias Niel (40) warga Desa Pardomuan Kasindir, Kelurahan Nagori Kasindir, Kecamatan Jorlang Hataran, Kabupaten Simalungun.

Sedangkan yang menyuruh para pelaku menghabisi nyawa kedua korban yaitu HP (40) warga Jalan Juanda, Kelurahan Jati, Kecamatan Medan Maimun.

Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto didampingi Wakapoldasu Brigjen Pol Mardiaz Kusin Dwihananto dan Dirreskrimum Kombes Pol Andi Rian mengatakan ketiga pelaku ditangkap secara terpisah.

“Tersangka DS alias Niel ditangkap di rumah saudaranya di Desa Janji, Kecamatan Parlilitan, Kabupaten Humbahas. JKH, ditangkal di kos-kosan Jalan Jamin Ginting, Kabanjahe.”

“Sedangkan HP ditangkap di Perumahan CBD, Keluran Suka Damai, Kecamatan Medan Polonia,” jelas Kapolda, Jumat (8/11/2019).

Kapolda menyebutkan, kasus ini dilatarbelakangi karena lahan hutan negara yang dikuasai oleh koperasi perkebunan PT Amelia yang dikelola oleh HP. “Lahan sengketa yang dikelola HP,” jelasnya.

Kemudian, kedua korban kerap datang ke lokasi lahan untuk mengambil hasil perkebunan.

“HP menyuruh Jampi untuk menghabisi kedua korban, karena korban sering mengusik perkebunan itu,” ucapnya.

Jampi kemudian merekrut pelaku lainnya di antara DS alias Niel dan JS (DPO), R dan HS.

“Begitu korban datang ke kebun itu pada Sabtu (29/10/2019) para pelaku yang sudah di lokasi dilengkapi dengan parang langsung menghabisi nyawa korban,” jelas dia.

Para pelaku kemudian melarikan diri hingga keluar daerah. Polisi yang mendapatkan kabar ini langsung melakukan pengejaran.

“Dua orang tersangka VS dan SH ditantkap lebih awal. Keduanya ditangkap oleh Polres Labuhanbatu dan Polsek Panai Hilir. Kedua pelaku ini merupakan sekuriti perkebunan yang perannya sebagai membuang jasad korban,” papar Kapolda.

Personel Ditreskrimum Polda Sumut yang dipimpin Kasubdit III/Jatanras AKBP Maringan Simanjuntak bergerak cepat untuk mengejar para pelaku eksekutor. “Masih ada tiga pelaku lagi kita kejar,” ucap dia.

Selain para pelaku, petugas juga menyita barang bukti 1 unit honda revo BK 5158 VAB, 1 unit sepeda motor Honda Supra X BK 2220 IO, kaos dalam berlumuran darah, kaos warna hitam, 1 sepeda dan 5 unit handpone.

“Pasal yang dilangga 340 Jo Pasal 338 dan atau Pasal 55, 56 KUHPidana dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup dan atau selama-lamanya 20 tahun,” sebut dia.

(cok)

Berikan Komentar