Polda Sumut Tangkap Pelaku Perdagangan Kulit Harimau Sumatera dan Macan Dahan

oleh -322 views

garudaonline, Medan: Tim Penyidik Subdit IV Ditreskrimsus Polda Sumut menangkap seorang pelaku perdagangan bagian tubuh satwa langka di Kabupaten Langkat, Sumut. Dari tangan pelaku, polisi menyita 1 lembar kulit harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatrae) dan macan dahan (Neofis Diardi).

“Pelaku berisinial IS ditangkap di kediamannya di Dusun Pantai Gadung, Desa Bukit Mas, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat,” kata Direktur Reskrimsus Polda Sumut, Kombes Pol Rony Samtana, Kamis (31/1/2019) di Mapolda Sumut.

Rony menyebutkan penangkapan berawal saat tim penyidik mendapat informasi tentang adanya dugaan tindak pidana perdagangan bagian tubuh satwa dilindungi yang dilakukan IS.

“Kemudian tim melakukan penyamaran dan membuat janji dengan IS untuk melakukan transaksi pembelian 1 lembar kulit harimau Sumatera pada 27 Januari 2019,” ujarnya.

Setelah dilakukan transaksi, tim langsung menangkap IS dengan barang bukti 1 lembar kulit harimau Sumatera. Tak hanya itu, saat dilakukan penggeledahan, tim juga mendapatkan 1 lembar kulit macan dahan dengan kondisi terdapat belahan pada bagian perut.

“Kulit macan dahan dan kulit harimau Sumatera itu itu disembunyikan pelaku di kebun jeruk tepatnya di belakang rumah IS,” terangnya.

Rony menjelaskan, tersangka IS mengaku pada polisi bahwa kulit satwa langka dan dilindungi itu diperolehnya dari pemburu berinisial H (50) dan R (30) yang merupakan warga Kuala Simpang.

“IS menjual kulit satwa langka ini masing-masing Rp17 juta. Pengakuan sementara, pelaku hanya menjualkan kulit macan akar dan harimau Sumatera itu kepada siapa saja yang mau,” jelas Rony.

Rony menduga perdagangan satwa langka dan dilindungi ini biasanya melibatkan transaksi antar negara. Karena itu polisi masih melakukan pengembangan dan pengejaran terhadap tersangka lainnya termasuk pemburu H dan R.

“Kita dapat info dia masih di tingkat lokal. Tapi biasanya ini transaksi antar negara. Makanya kita juga telah berkoordinasi dengan BKSDA Provinsi Sumut untuk penanganan lebih lanjut,” paparnya.

Rony menambahkan tersangka dijerat dengan Pasal 21 ayat (2) huruf d dan Pasal 40 ayat (2) UU RI Nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

“Ancamannya 5 tahun penjara dan denda paling banyak Rp100 juta. Selanjutnya, 1 lembar kulit harimau Sumatera dan 1 lembar kulit macan dahan tersebut disita dan diserahkan ke Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumut,” bebernya.

Sementara itu tersangka IS mengaku bagian tubuh satwa langka itu diperolehnya dari H dan R dari Aceh Timur.

“Saya dapat barang itu dari Aceh Timur. Saya hanya dititipkan H dan R. Saya tidak ada mendapat upah, karena baru ini saya menjual,” urainya. (dfnorris)

Berikan Komentar